10
Juni
2026
Rabu - : WIB

Gagas Kolaborasi Lintas Sektor, PATTIRO Malang Bedah Kontribusi Pengusaha untuk Kesehatan Ibu dan Anak

Aditya Menggala
Aditya Manggala
Mei 14, 2026 pada Kota Malang
Program Desa Sehat PATTIRO Malang

Kota Malang – Pusat Telaah dan Informasi Regional (PATTIRO) Malang mengumpulkan perwakilan lintas sektor untuk membedah potensi kontribusi dunia usaha bagi kesehatan masyarakat. Pasalnya, mereka menggelar diskusi serial mulai Rabu pagi (13/06/2026) di Resto 52 Kota Malang. Oleh karena itu, kegiatan ini bertujuan memperkuat sinergi antara pemerintah, pengusaha, media, dan kader kesehatan desa dalam mendukung kesehatan ibu dan anak di Kabupaten Malang.

Program Manajer Desa Sehat PATTIRO Malang, Asiswanto, menjelaskan bahwa kolaborasi berbagai elemen akan membuat program peningkatan kesehatan berjalan lebih efektif. Sebab, program Desa Sehat yang berjalan sejak Agustus 2025 ini memerlukan dukungan ide dan pengalaman dari beragam komponen. Selanjutnya, ia menegaskan bahwa upaya ini juga menyasar pada peningkatan kesehatan reproduksi remaja serta pencegahan perkawinan anak.

Perkuat Regulasi dan Edukasi di Tingkat Desa

Menariknya, program Desa Sehat telah berhasil mendorong penerbitan Peraturan Kepala Desa (Perkades) mengenai SOP kesehatan di berbagai wilayah. Oleh sebab itu, Asiswanto merasa optimis bahwa taraf kesehatan ibu dan anak akan meningkat secara signifikan melalui kerja sama yang solid. Dengan demikian, standarisasi pelayanan kesehatan di tingkat akar rumput kini memiliki payung hukum yang jelas dan terukur.

Selain itu, diskusi interaktif ini memberikan ruang bagi para peserta untuk menyampaikan pandangan mengenai potensi sektor swasta. Bahkan, banyak pihak mulai melirik keterlibatan pengusaha dalam merawat kebun gizi sebagai langkah nyata intervensi keluarga berisiko stunting. Tentu saja, langkah ini menjadi solusi strategis untuk memperkuat ketahanan pangan dan gizi di lingkungan perdesaan.

Satukan Stakeholder demi Keberlanjutan Kebun Gizi

Field Officer PATTIRO Malang, Jaduk Dananjaya, menyampaikan bahwa diskusi ini merupakan bagian pertama dari rangkaian pertemuan mendatang. Harapannya, seluruh pemangku kepentingan dapat menyatukan visi agar pemanfaatan kebun gizi tepat sasaran. Pasalnya, keterlibatan banyak pihak akan memastikan program Desa Sehat tidak hanya bergantung pada satu atau dua lembaga saja.

Singkatnya, PATTIRO Malang ingin membangun ekosistem kesehatan yang inklusif dan partisipatif bagi masyarakat Kabupaten Malang. Oleh karena itu, sinergi antara sektor usaha dan pemerintah desa menjadi kunci utama keberlanjutan program kesehatan jangka panjang. Mari kita dukung setiap upaya kolaborasi yang memprioritaskan masa depan kesehatan ibu dan anak demi generasi Indonesia yang lebih berkualitas!

Disalin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© 2025 BeritaMalang.com - Dekat, Cepat, Berguna.
MENU