12
Oktober
2026
Senin - : WIB

Inflasi Kota Malang September 2026 Melandai Ke Angka 0,27 Persen

Aditya Menggala
Aditya Manggala
Oktober 5, 2026 pada Bisnis & Ekonomi Lokal, Headline
Inflasi Kota Malang September 2026

Kota Malang – Laju inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) Kota Malang melandai pada angka 0,27 persen (mtm) pada September 2026. Angka ini menunjukkan penurunan ketimbang Agustus 2026 yang sempat menyentuh 0,39 persen (mtm). Dengan demikian, Pemkot Malang mampu menjaga tekanan harga tetap terkendali dalam sasaran nasional 2,5±1 persen.

Secara tahunan, Kota Malang mencetak inflasi sebesar 3,19 persen (yoy). Capaian ini berada lebih rendah daripada inflasi Jawa Timur sebesar 3,33 persen (yoy) dan inflasi nasional sebesar 3,28 persen (yoy). Oleh sebab itu, daya beli masyarakat Malang tetap stabil di tengah dinamika harga komoditas pangan.

Daging Ayam dan Cabai Rawit Katrol Harga Pangan

Kelompok makanan, minuman, dan tembakau menyumbang andil terbesar terhadap inflasi bulanan sebesar 0,23 persen. Pasalnya, pemicu utama kenaikan harga bersumber dari komoditas daging ayam ras dan cabai rawit yang masing-masing memberikan andil 0,06 persen. Selain itu, telur ayam ras menyumbang 0,05 persen, beras 0,04 persen, serta labu siam 0,02 persen.

Menurut data BPS, lonjakan harga daging dan telur ayam ras terjadi seiring peningkatan permintaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta perayaan pasca-kemerdekaan. Sementara itu, fenomena El Nino yang masih berlangsung memicu penurunan produksi pangan sehingga melambungkan harga beras, cabai rawit, dan labu siam.

Deflasi Emas Perhiasan dan Intervensi Pasar TPID

Di sisi lain, penurunan harga beberapa komoditas berhasil menahan laju inflasi daerah. Emas perhiasan, angkutan udara, ketimun, cabai merah, serta bawang putih masing-masing memberikan andil deflasi sebesar 0,02 persen. Penurunan tarif angkutan udara dan koreksi harga emas global memicu deflasi komoditas tersebut.

Untuk menjaga stabilitas, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Malang memperkuat intervensi pasar melalui strategi 4K. Bahkan, TPID menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) pada 24 September 2026 dengan menyalurkan 3 ton beras dan 500 liter Minyakita. Ke depan, Bank Indonesia bersama Pemkot Malang berkomitmen memantau pasokan pangan demi menjaga ketahanan ekonomi daerah.

Disalin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© 2025 BeritaMalang.com - Dekat, Cepat, Berguna.
MENU