
Kota Malang – STIE Malangkuçeçwara terus memperkuat implementasi Catur Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang internasionalisasi pendidikan. Salah satu langkah yang dilakukan adalah melalui program student exchange dan internship di Jepang.
Pada Senin 2 Februari 2026, kampus yang dikenal dengan sebutan ABM ini menggelar prosesi penyambutan mahasiswa yang telah menyelesaikan program di Jepang sekaligus pelepasan mahasiswa yang akan mengikuti program internship di Negeri Sakura.
Acara tersebut dihadiri Wakil Ketua Bidang Akademik, Wakil Ketua Bidang Kemahasiswaan, serta Kepala Kantor Urusan Internasional STIE Malangkuçeçwara. Sejumlah orang tua mahasiswa juga mengikuti kegiatan secara langsung maupun daring dari ABM Hub.
Empat mahasiswa yang telah menyelesaikan program di Jepang adalah Salsabila Safira’ilma Syandairy yang mengikuti program student exchange di Kanda University, serta Septia Dara Anandita, Muhammad Ihsanuddin Tasywiq, dan Silma Huriyah El Fithri yang mengikuti program internship.
Sementara itu, empat mahasiswa yang dilepas untuk mengikuti program internship di Jepang adalah Mercidominick Fidelius Conrad Menachem Purba, Shifa Aszahri, Farida, dan Natercia Sarmento Menezes.
Kepala Kantor Urusan Internasional STIE Malangkuçeçwara, Ir. Dwi Nita Aryani, MM., Ph.D., menjelaskan bahwa mahasiswa yang kembali ke Indonesia telah menyelesaikan program selama satu tahun di Jepang.
“Ada satu yang student exchange, dan tiga yang internship yang kembali pulang, sementara yang akan berangkat ke Jepang jumlahnya juga empat orang untuk mengikuti program internship,” ujar Dwi Nita.
Menurutnya, hasil evaluasi menunjukkan mahasiswa yang mengikuti program internasional tersebut mengalami peningkatan kemampuan yang signifikan.
“Mereka juga memiliki kemampuan yang lebih baik dalam bertahan dan menyelesaikan masalah serta lebih cepat beradaptasi dan menempatkan diri pada suatu hal yang baru. Ini membuktikan attitude yang ditanamkan di kampus STIE Malangkuçeçwara telah mampu diterapkan dengan baik,” jelas Dwi Nita.
Selain peningkatan kemampuan adaptasi dan problem solving, mahasiswa juga memperoleh keterampilan baru setelah mengikuti program exchange maupun internship di perusahaan di Jepang.
“Yang jelas setelah mereka kembali dari Jepang, maka peluang mereka mendapatkan pekerjaan meningkat baik di Indonesia ataupun bekerja di Jepang,” tambahnya.

Salah satu orang tua mahasiswa yang hadir dalam acara tersebut, Evi Taliasari, orang tua dari Mercidominick Fidelius Conrad Menachem Purba, menyampaikan apresiasi kepada pihak kampus.
“Saya melihat proses anak saya ini cukup panjang, nanti dari KUI STIE Malangkuçeçwara tetap mendukung dan membantu hingga sampai saat ini,” ungkap Evi.
Ia juga mengapresiasi kekompakan mahasiswa STIE Malangkuçeçwara yang telah mengikuti program di Jepang dengan mahasiswa yang akan berangkat.
“Yang sudah berangkat tidak segan mengajari adik tingkat mereka yang akan berangkat ke Jepang. Tentunya dengan seperti itu akan membantu para mahasiswa yang akan berangkat dan belum memiliki gambaran saat berada di Jepang,” katanya.
Program internasional ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas lulusan STIE Malangkuçeçwara sekaligus memperluas peluang karier mahasiswa di tingkat global.