
Kota Malang – Empat mahasiswi STIE Malangkuçeçwara resmi merampungkan program magang industri manufaktur negara Jepang. Tepatnya, pihak kampus menyambut kepulangan mereka melalui sebuah upacara resmi hari Kamis (11/6/2026). Sebagai informasi, keempat mahasiswi tangguh tersebut meliputi Nur Isna Faisa dan Regina Septi Wanti Bere. Selain itu, Regina Agustin dan Ravena Aisah Agustin juga melengkapi formasi tim magang ini.
Selama setahun penuh, mereka menimba segudang pengalaman berharga pada kawasan industri negeri Sakura. Harapannya, pengalaman ini menjadi bekal utama mereka saat merintis karier profesional pascakelulusan kelak. Menurut Regina Septi, budaya kerja dan gaya hidup masyarakat Jepang sangat bertolak belakang. Faktanya, warga lokal sangat menjunjung tinggi kedisiplinan dan ketepatan waktu kerja setiap hari.

Bahkan, pekerja industri tidak boleh bergerak lambat saat menyelesaikan setiap tugas harian mereka. Oleh karena itu, setiap individu wajib bekerja secara tangkas dan sangat cekatan. Di sisi lain, Regina Agustin menyoroti keuntungan berinteraksi bersama warga lokal dan ekspatriat mancanegara. Sebab, pergaulan luas tersebut memaksa mereka mempraktikkan kemampuan berbahasa Jepang secara intensif.
Sebelumnya, pihak kampus telah membekali para peserta menggunakan kursus bahasa Jepang level dasar. Namun, kemampuan berbahasa mereka mengalami peningkatan luar biasa tajam usai merampungkan program magang. Menurut Ravena, para mahasiswi sukses mempelajari ragam bahasa formal hingga dialek lokal setempat.
Contohnya, mereka rutin memakai dialek Kansai saat berkomunikasi harian bersama rekan kerja pabrik. Meskipun begitu, mereka tetap menggunakan bahasa formal saat berbicara dengan pimpinan perusahaan manufaktur. Mari kita dukung program magang internasional demi mencetak lulusan kampus berkualitas tinggi!