
Kota Malang – Sekelompok mahasiswa STIE Malangkuçeçwara (ABM) Malang yang tergabung dalam Tim ACA Theraphys sukses menciptakan inovasi brilian dengan mengubah limbah minyak goreng bekas menjadi lilin aroma terapi bernilai ekonomis. Tepatnya, mereka memperkenalkan produk ramah lingkungan tersebut langsung kepada masyarakat luas saat menggelar lapak di kawasan Car Free Day (CFD) Kota Malang. Sebagai informasi, gerakan peduli lingkungan ini lahir dari keprihatinan atas maraknya pembuangan minyak jelantah rumah tangga yang berpotensi merusak ekosistem sekitar.
Faktanya, CEO Tim ACA Theraphys Cicin Sofiana memimpin langsung pengumpulan bahan baku minyak jelantah dari kantong UMKM serta pemukiman warga. Bahkan, tim kreatif ini meracik produk lilin menggunakan varian edisi spesial bertema destinasi wisata ikonis, seperti Topeng Malangan, Balekambang, Sendang Biru, Bromo, Tumpak Sewu, hingga Coban Rondo. Lebih lanjut, inovasi luar biasa ini berhasil mengamankan kucuran dana hibah senilai sembilan juta tujuh ratus ribu rupiah dari Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) Direktorat Belmawa KemendiktiSaintek. Sebab, suntikan modal tersebut memperlancar proses riset serta akselerasi produksi massal.
Sementara itu, Cicin menggandeng jajaran anggota PKK setempat guna memperluas edukasi pemanfaatan limbah minyak goreng secara mandiri. Bersamaan dengan itu, jajaran direksi mahasiswa yang mencakup Navida Kirana selaku CHRO, Nessyah Ayu Syahputri selaku CFO, Yunita Amaliani selaku CMO, serta Anggun Nurmala selaku CPO bahu-membahu menyempurnakan formula produk. Alhasil, serangkaian uji coba laboratorium yang ketat membuahkan komposisi lilin berkualitas tinggi di bawah bimbingan dosen pendamping Ir. Dwinita Aryani, MM., Ph.D.
Oleh karena itu, inisiatif mulia ini tidak sekadar mendongkrak kemandirian ekonomi masyarakat melalui keterampilan baru. Namun, gerakan berkelanjutan tersebut sukses menjaga kebersihan lingkungan kawasan Malang Raya dari ancaman pencemaran limbah rumah tangga.