
Kota Malang – Fakultas Teknologi Agroindustri dan Biosistem Universitas Brawijaya (FTAB UB) kembali meluncurkan terobosan anyar saat membuka agenda Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) di GOR Pertamina UB, Kamis (13/8/2026). Tepatnya, sebanyak 1.175 mahasiswa baru (maba) menyerahkan karya ilmiah berupa pemetaan visual (mind mapping) pemecahan masalah Sustainable Development Goals (SDGs) di Indonesia. Nantinya, pimpinan fakultas akan mengompilasi seribu lebih gagasan inovatif tersebut menjadi satu buku rekomendasi kebijakan resmi bagi pemangku kepentingan nasional.
Faktanya, Dekan FTAB UB Prof. Yusuf Hendrawan memimpin langsung gerakan penyusunan buku solusi berdasar riset akademis tersebut. Bahkan, langkah strategis ini mengadopsi tren penyusunan karya solusi untuk negeri sebagaimana gagasan Presiden RI Prabowo Subianto. Lebih lanjut, pihak dekanat bakal menganugerahkan sertifikasi integritas kepada seluruh maba pada akhir rangkaian PKKMB. Pasalnya, FTAB UB memegang predikat tunggal sebagai satu-satunya fakultas di Indonesia yang sukses meraih status Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).

Sementara itu, Prof. Yusuf menegaskan komitmen kuat fakultas menolak segala bentuk kekerasan, perundungan, hingga pelecehan seksual di lingkungan akademik. Menurutnya, status WBBM mengharuskan seluruh civitas akademika menjunjung tinggi profesionalisme dan standar pelayanan publik yang ramah. Sebab, lingkungan belajar yang kondusif menjadi syarat mutlak pencetakan sumber daya manusia unggul.
Selain itu, pimpinan fakultas secara tegas menolak perkembangan budaya LGBTQ demi menjaga norma akademik. Alhasil, FTAB UB menyediakan fasilitas konsultasi serta dampingan psikolog gratis guna menangani para penyintas di unit layanan khusus kampus. Oleh karena itu, langkah komprehensif ini sukses memperkuat posisi FTAB UB sebagai poros acuan tata kelola perguruan tinggi berintegritas di tanah air.