
Kota Malang – Pemerintah Provinsi Jawa Timur memberikan apresiasi khusus bagi para pelestari kesenian Topeng Malang. Tepatnya, Gubernur Jawa Timur menyerahkan penghargaan tersebut kawasan Taman Krida Budaya, Kamis (20/8/2026). Tentu saja, langkah strategis ini bertujuan mendukung keberlangsungan warisan tradisional Bumi Arema. Tujuannya, pemerintah ingin para seniman tetap memiliki panggung pertunjukan. Bahkan, generasi muda juga mendapat ruang mengembangkan budaya leluhur Nusantara.
Lebih lanjut, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Timur Evy Afianasari menegaskan wujud komitmen tersebut. Menariknya, Evy mengonfirmasi bahwa penyerahan apresiasi ini melewati proses seleksi sangat ketat. Khususnya, tim kurator menyeleksi berbagai sanggar seni maupun seniman aktif pemelihara budaya daerah.
Faktanya, catatan pemerintah pada tahun 2024 menunjukkan status Topeng Malang hampir punah. Ironisnya, kondisi tersebut merajalela akibat minimnya sarana pertunjukan bagi para pegiat seni. Padahal, jumlah seniman tradisional kawasan Malang Raya masih sangat melimpah.
Akhirnya, upaya pemerintah mengaktivasi panggung hiburan membuahkan hasil sangat manis. Buktinya, jumlah penonton pertunjukan seni mengalami lonjakan masif secara perlahan. Secara mengejutkan, Evy mencatat angka penonton meroket dari dua ratus menjadi nyaris tiga ribu orang. Hal ini membuktikan generasi muda semakin mempedulikan budaya asli Jawa Timur.
Selain itu, pemerintah provinsi turut menyalurkan bantuan sarana prasarana berupa instrumen gamelan. Beruntungnya, Sanggar Setio Utomo menerima fasilitas tersebut berkat komitmen kuat merawat tradisi. Sebagai pencapaian, pemerintah sukses mengapresiasi seribu seniman lintas daerah sepanjang tahun ini. Sementara itu, panitia hanya memilih tiga belas sanggar pelestari Topeng Malang penerima penghargaan khusus hari ini.