
Kota Malang – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang terus memperkuat perlindungan tenaga medis setempat. Pasalnya, instansi ini mengusulkan sekitar 11 ribu tenaga kesehatan menerima vaksin Measles-Rubella (MR) dewasa. Oleh karena itu, usulan ini menindaklanjuti izin resmi perluasan indikasi vaksin dari pihak BPOM. Selanjutnya, pemerintah memprioritaskan penyuntikan vaksin bagi tenaga kesehatan wilayah kerja Pemerintah Kota Malang.
Kepala Dinkes Kota Malang, dr. Husnul Muarif, memberikan penjelasan lebih rinci. Menurutnya, tim kesehatan telah menghimpun seluruh data calon penerima vaksin secara lengkap. Faktanya, data tersebut mencakup pegawai puskesmas, rumah sakit daerah, hingga fasilitas kesehatan swasta. Kemudian, pemerintah kota langsung mengajukan data tersebut menuju Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
Saat ini, Dinkes Kota Malang masih menunggu proses distribusi vaksin dari tingkat provinsi. Sebab, petugas baru bisa menyalurkan pasokan vaksin menuju setiap fasilitas kesehatan setelah menerimanya. Lebih lanjut, skema penyuntikan vaksin MR dewasa ini menggunakan sistem dua dosis. Tentu saja, mekanisme pemberian vaksin ini mengadopsi sistem imunisasi serupa pada anak-anak.
Menurut Husnul, tenaga medis menanggung risiko sangat tinggi terpapar penyakit menular setiap hari. Dengan demikian, vaksinasi ini pasti meningkatkan sistem perlindungan tubuh mereka secara drastis. Bahkan, imunisasi MR sukses memberikan tameng ganda terhadap penyakit campak sekaligus rubella. Singkatnya, vaksin ini mencegah komplikasi serius seperti pneumonia hingga cacat bawaan pada bayi.
Sebagai informasi, Dinkes mencatat nol kasus positif campak pada lima kecamatan hingga Mei 2026. Namun, pemerintah tetap melaksanakan program imunisasi massal secara intensif. Harapannya, status bebas campak di Kota Malang terus bertahan selamanya. Mari dukung program vaksinasi ini demi menjaga kesehatan seluruh warga Malang Raya!