
Kota Malang – Badan Pusat Statistik (BPS) resmi merilis Indeks Harga Konsumen (IHK) Kota Malang untuk periode April 2026. Pasalnya, Kota Malang mencatatkan inflasi sebesar 0,05% (mtm), angka yang lebih rendah jika kita bandingkan dengan bulan sebelumnya sebesar 0,34% (mtm). Oleh karena itu, capaian ini menunjukkan tren stabilitas harga yang mulai terjaga pasca momen Ramadhan dan Idul Fitri.
Secara tahunan, Kota Malang mengalami inflasi sebesar 2,70% (yoy). Meskipun angka tersebut berada di bawah inflasi Jawa Timur yang mencapai 2,85%, namun posisi ini masih berada di atas inflasi nasional sebesar 2,42%. Selanjutnya, peningkatan harga pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi pendorong utama inflasi pada bulan tersebut.
Beberapa komoditas pangan seperti cabai rawit, daging ayam ras, dan telur ayam ras memberikan andil inflasi yang cukup signifikan. Sebab, permintaan masyarakat meningkat tajam sementara pasokan sempat terbatas akibat kendala cuaca. Selain itu, kenaikan tarif angkutan udara dan harga BBM nonsubsidi per 1 April 2026 turut memberikan tekanan pada IHK.
Namun demikian, tekanan inflasi tersebut berhasil tertahan oleh deflasi pada beberapa komoditas lainnya. Misalnya, harga emas perhiasan menurun seiring dengan tren harga emas dunia yang melemah. Di sisi lain, harga pangan mulai terkendali karena penyesuaian permintaan kembali normal pasca hari raya serta masuknya periode panen raya untuk komoditas cabai rawit.
Keberhasilan menjaga tingkat inflasi ini tidak terlepas dari koordinasi solid Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID). Oleh sebab itu, TPID Kota Malang terus melakukan berbagai aksi kolaboratif di lapangan. Mulai dari pemantauan harga rutin, sidak ketersediaan stok LPG 3 kg, hingga kegiatan tanam padi serentak di wilayah Sukun pada akhir April lalu.
Selanjutnya, sinergi kebijakan antara pemerintah pusat dan daerah akan terus berlanjut melalui Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP). Dengan demikian, program 4K yang meliputi keterjangkauan harga dan kelancaran distribusi tetap menjadi prioritas utama. Harapannya, level inflasi ke depan tetap berada dalam rentang sasaran yang stabil demi menjaga kesejahteraan warga Malang.