
Kota Batu – Zam Zam Hotel & Convention Batu meraih penghargaan sebagai salah satu Kawasan Tanpa Rokok Terbaik Tahun 2025. Pengakuan ini diberikan atas penerapan kebijakan KTR yang dinilai tidak hanya patuh regulasi, tetapi juga mengedepankan pendekatan humanis dalam pengelolaan ruang publik.
Manajemen Zam Zam Hotel & Convention Batu menilai isu rokok tidak bisa dilihat semata sebagai larangan. Di satu sisi, dampak rokok terhadap kesehatan publik merupakan fakta yang tidak terbantahkan. Di sisi lain, jumlah perokok di Indonesia masih tinggi dan menjadi realitas sosial yang perlu disikapi secara bijak.
Berangkat dari kondisi tersebut, Zam Zam Hotel & Convention Batu memilih pendekatan yang seimbang. Perlindungan terhadap tamu non perokok tetap menjadi prioritas, namun tanpa mengabaikan hak dan martabat perokok.

Selama ini, praktik penyediaan ruang merokok di ruang publik kerap menuai kritik. Banyak area merokok dibuat sempit, tertutup, dan minim sirkulasi udara, sehingga justru berisiko bagi kesehatan perokok itu sendiri. Kondisi ini dinilai tidak efektif dan berpotensi menimbulkan kesan peminggiran.
Zam Zam Hotel & Convention Batu menerapkan kebijakan berbeda. Area merokok disediakan secara terpisah dari ruang non perokok, berada di ruang terbuka, memiliki sirkulasi udara yang baik, dan dirancang layak digunakan. Dengan pengaturan tersebut, tamu non perokok tetap terlindungi, sementara perokok mendapatkan ruang yang manusiawi.
General Manager Zam Zam Hotel & Convention Batu, Rudy Rinanto Rachmat, menegaskan bahwa kebijakan KTR tidak dimaksudkan untuk memusuhi perokok. Menurutnya, pembatasan ruang merokok dilakukan demi kesehatan bersama, namun tetap menghormati perokok sebagai bagian dari masyarakat.
Pendekatan ini dinilai sebagai praktik baik dalam pengelolaan ruang publik. Penghargaan KTR Terbaik 2025 menjadi pengakuan bahwa kebijakan berbasis kesehatan dapat berjalan seiring dengan nilai etika sosial dan penghormatan terhadap martabat manusia.
Zam Zam Hotel & Convention Batu berharap penerapan KTR yang inklusif ini dapat menjadi contoh bagi sektor perhotelan dan ruang publik lainnya, khususnya di Kota Batu.