10
Mei
2026
Minggu - : WIB

Pokdarwis Terbaik Nasional, Kampoeng Heritage Kajoetangan Ikuti Pelatihan Laporan Keuangan

Aditya Menggala
Aditya Manggala
Januari 29, 2026 pada Kota Malang
Pokdarwis Terbaik Nasional, Kampoeng Heritage Kajoetangan Ikuti Pelatihan Laporan Keuangan

Kota Malang – Meski berhasil meraih predikat Pokdarwis Terbaik Nasional, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kampoeng Heritage Kajoetangan masih menerima catatan dari tim penilai terkait pengelolaan dan penyusunan laporan keuangan. Catatan tersebut langsung direspons melalui pelatihan penyusunan laporan keuangan yang digelar oleh dosen STIE Malangkuçeçwara, Selasa (27/1/2026).

Pelatihan ini merupakan bagian dari program pendampingan dan pengabdian masyarakat STIE Malangkuçeçwara yang selama ini mendampingi Pokdarwis Kampoeng Heritage Kajoetangan. Kegiatan berlangsung di kampus STIE Malangkuçeçwara dan diikuti sekitar 14 pengurus Pokdarwis serta perwakilan paguyuban setempat.

Tingkatkan Kapasitas Pengelolaan Keuangan

Ketua Tim Pengabdian Masyarakat STIE Malangkuçeçwara, Dr. Setiawan, mengatakan pelatihan difokuskan pada peningkatan literasi dan tata kelola keuangan agar pengelolaan destinasi wisata semakin profesional dan transparan.

“Semakin banyak pengunjung, persoalan keuangan juga akan semakin kompleks. Jika tidak dikelola dan dilaporkan dengan baik, bisa memicu konflik. Karena itu kami ajarkan cara menyusun laporan keuangan yang benar dan transparan,” ujarnya.

Pelatihan ini melibatkan sejumlah dosen STIE Malangkuçeçwara, di antaranya Dr. Nunung Nurastuti, Dr. Kadarusman, dan Imama Zuchroh, B.Sc., M.Com. Selain itu, Sugeng Hariadi, SE., MM., Ak., CA., CTIA., hadir sebagai narasumber untuk memperkuat materi teknis penyusunan laporan keuangan.

Dorong Transparansi di Kampoeng Heritage Kajoetangan

Ketua Pokdarwis Kampoeng Heritage Kajoetangan, Mila Kurniawati, mengungkapkan bahwa pelatihan ini menjadi tindak lanjut atas masukan dari tim penilai lomba Pokdarwis Nasional sekaligus bagian dari rencana peningkatan kapasitas internal.

“Sebetulnya kami sudah menyusun laporan keuangan, tetapi saat menjelaskan kepada tim penilai kami belum menguasai bahasa keuangan dengan baik. Karena itu kami meminta pendampingan dari dosen STIE Malangkuçeçwara,” jelas Mila.

Ia menambahkan, meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan juga berdampak pada naiknya pendapatan pengelola. Kondisi ini menuntut adanya transparansi agar warga mengetahui alur pemasukan dan pengeluaran.

“Warga ingin tahu uang masuk dan keluar setiap hari. Setelah pelatihan ini, kami berharap ada pendampingan lanjutan agar laporan keuangan semakin rapi dan mudah dipahami,” ujarnya.

Target Destinasi Wisata Berkelas Internasional

Dalam sambutannya, Dr. Setiawan berharap penguatan tata kelola, termasuk laporan keuangan, dapat mendorong Kampoeng Heritage Kajoetangan naik kelas sebagai destinasi wisata.

“Kalau sudah menjadi Pokdarwis Terbaik Nasional, harapannya ke depan bisa menjadi destinasi wisata level ASEAN, lalu terus meningkat,” katanya.

Sementara itu, anggota tim pengabdian masyarakat STIE Malangkuçeçwara, Imama Zuchroh, menegaskan pentingnya literasi keuangan bagi pengelola wisata berbasis masyarakat.

“Tidak cukup hanya mampu mengelola kampung wisata, tetapi juga harus mampu mengelola keuangan yang diwujudkan melalui laporan keuangan yang baik,” ujarnya.

Melalui pelatihan ini, diharapkan Pokdarwis Kampoeng Heritage Kajoetangan mampu memperkuat tata kelola keuangan secara transparan dan berkelanjutan, seiring meningkatnya kunjungan wisatawan ke kawasan heritage di Kota Malang.

Disalin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© 2025 BeritaMalang.com - Dekat, Cepat, Berguna.
MENU