
Kota Malang – Sivitas akademika STIE Malangkuçeçwara kembali menggelar kegiatan pengabdian masyarakat (PKM). Tepatnya, tim dosen membina puluhan ibu anggota kelompok PKK Desa Toyomarto. Berbeda dari biasanya, mereka mengangkat tema kesehatan mental spiritual keluarga sejahtera. Menurut ketua tim, Dra Evi Maria, kegiatan ini berlangsung pada Balai Desa Toyomarto. Selanjutnya, puluhan peserta sangat antusias menyimak materi dari pemateri utama.
Sebagai informasi, kampus ABM menghadirkan dosen sekaligus motivator religi, Taufik Djafri. Menurut Taufik, setiap individu wajib merubah pola pikir terkait mental spiritual. Sebab, anggota keluarga harus menerapkan nilai kejujuran dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya, manusia harus menghindari kebohongan sekecil apa pun meski hanya dalam hati. Faktanya, penyakit kebohongan tersebut semakin marak melanda masyarakat modern saat ini.
Sementara itu, anggota tim PKM, Dwinita Aryani, menyoroti tantangan era digital. Menurut Dwinita, teknologi informasi mengalir deras melalui layar gawai setiap waktu. Oleh karena itu, seorang ibu harus berdiri tegak menjadi pilar utama. Sebab, ibu mengemban tugas berat sebagai pengurus rumah tangga sekaligus pendidik. Akibatnya, kondisi kesehatan mental seorang ibu pasti memengaruhi kondisi seluruh keluarga. Harapannya, materi ini memampukan para ibu membangun keluarga sakinah mawadah warahmah.
Di sisi lain, Ketua TP PKK Desa Toyomarto mengapresiasi langkah inovatif ini. Menurut Hj Anik Azizah, para ibu sangat membutuhkan siraman materi tersebut. Bahkan, ia menilai kondisi dunia modern saat ini sedang tidak baik-baik saja. Oleh sebab itu, setiap perempuan wajib mempersiapkan ketahanan mental spiritual sedini mungkin. Tentu saja, kegiatan edukasi kampus ini memberikan manfaat luar biasa bagi warga. Mari kita dukung pemberdayaan perempuan demi mencetak generasi penerus bangsa berkualitas!