
Kota Malang – Sebanyak 40 orang warga Desa Ngunut, Kecamatan Babadan, Kabupaten Ponorogo, melakukan kunjungan studi tiru ke Kampung Semar (Senang Menanam Ramai-Ramai) di Kelurahan Arjosari, Kota Malang, Selasa (14/04/2026). Kunjungan ini merupakan tindak lanjut dari program “Desa Menabung Air” yang diinisiasi oleh Yayasan Menabung Air dari Maesa Group.
Selain perangkat desa dan tokoh masyarakat, kegiatan ini juga didampingi oleh sepuluh perwakilan dari Yayasan Menabung Air. Andi Widodo, Public Relation dan Kemitraan Yayasan Menabung Air Maesa Group, menjelaskan bahwa studi tiru ini bertujuan agar warga Desa Ngunut dapat mengadopsi keberhasilan Kampung Semar dalam hal konservasi lingkungan.
“Harapannya, ilmu dari Kota Malang ini dapat diadopsi di Desa Ngunut sehingga ke depannya bisa menjadi desa destinasi berbasis konservasi air yang peduli lingkungan, pengelolaan sampah, dan penghijauan,” ujar Andi. Ia menambahkan bahwa masyarakat Ngunut sejauh ini sangat antusias dalam menjalankan program binaan tersebut.
Selama dua jam, rombongan menjelajahi berbagai titik inspiratif di Kampung Semar, mulai dari Pojok Pancasila, Pojok Turi, hingga area UMKM lokal.

Kepala Desa Ngunut, Siti Khotijah, mengaku mendapatkan banyak pelajaran berharga dari kunjungan ini. Menurutnya, hal yang paling berkesan dan menantang untuk diterapkan di desanya adalah terkait perubahan pola pikir (mindset) masyarakat terhadap lingkungan.
“Banyak inspirasi yang kami dapat, di antaranya tentang perubahan mindset masyarakat, itu yang paling sulit. Selain itu, kami juga belajar tentang kekompakan ibu-ibu warga Kampung Semar yang luar biasa dalam menjaga keasrian lingkungan dan pengelolaan sampah,” ungkap Siti Khotijah.
Ia berharap, sepulangnya dari Kota Malang, Desa Ngunut bisa mengimplementasikan poin-poin tersebut bahkan bercita-cita untuk menjadi lebih baik dari Kampung Semar di masa depan.