
Kota Malang – Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya (FK UB) kini membuka akses pembelajaran seluas-luasnya bagi masyarakat. Melalui Museum Anatomi, FK UB mengundang 70 guru biologi SMA se-Malang Raya pada Sabtu (18/04/2026).
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kualitas belajar siswa secara interaktif. Para guru tidak hanya menyerap teori saja. Mereka juga melihat langsung ratusan koleksi anatomi yang sangat lengkap.
Ketua Departemen Keilmuan Anatomi Histologi, Dr. dr. Rita Rosita, M.Kes., memberi penjelasan penting. Ia ingin menjadikan museum ini sebagai mitra utama bagi lembaga pendidikan.
“Kami harap museum ini menjadi rekan belajar sistem tubuh manusia. Siswa SMA kelas 11 sangat membutuhkan materi ini dalam pelajaran biologi,” ujar Dr. Rita.

Museum Anatomi FK UB sebenarnya sudah ada sejak tahun 2005. Namun, dahulu aksesnya masih sangat terbatas. Sejak pindah ke lokasi baru pada Januari 2026, museum ini mulai menyapa publik secara luas.
Saat ini, museum memiliki lebih dari 100 koleksi edukatif. Pengunjung bisa melihat kadaver, manekin, hingga tampilan digital yang modern. Semua koleksi tertata rapi dalam beberapa zona khusus.
Zona tersebut meliputi sistem kardiovaskular, respirasi, hingga reproduksi. Ada juga zona inti yang menunjukkan struktur tubuh secara utuh. Namun, area inti ini masih bersifat terbatas untuk riset tertentu.
Selain aspek akademik, kunjungan ini membawa pesan spiritual. Dr. Rita berharap pengunjung lebih memahami keajaiban tubuh sendiri. Hal ini diharapkan mampu meningkatkan rasa syukur kepada Tuhan.
“Target kami adalah pengunjung bisa menjaga kesehatan masing-masing. Memahami tubuh berarti mengenal penciptanya,” tambah Dr. Rita.
Inisiatif ini merupakan bagian dari program “Kampus Berdampak”. FK UB berkomitmen mencerdaskan anak bangsa melalui pengalaman belajar langsung. Dengan kolaborasi ini, pelajaran biologi tidak akan lagi terasa membosankan.