26
September
2026
Sabtu - : WIB

Jejaring Ekraf Malang Hadirkan Instalasi Cahaya di Eks Toko Roti Delicious, Tegaskan Identitas Kota Media Arts

Aditya Menggala
Aditya Manggala
Februari 22, 2026 pada Kota Malang
Jejaring Ekraf Malang Hadirkan Instalasi Cahaya di Eks Toko Roti Delicious, Tegaskan Identitas Kota Media Arts

Kota Malang – Malang kembali menunjukkan langkah konkret sebagai Kota Kreatif Dunia kategori Media Arts. Jejaring pelaku ekonomi kreatif bersama Malang Creative Fusion bergerak menghadirkan instalasi cahaya di eks Toko Roti Delicious, Kota Malang.

Kolaborasi ini melibatkan sejumlah studio kreatif dan komunitas seperti Immerstal, Enggal Studio, Utero Indonesia, Paradise Picture, Kochiro, Chatten Cafe, serta Zenzardy Foto dan Videografi. Mereka memanfaatkan area parkir milik Pemerintah Kota Malang yang terintegrasi dengan bangunan bersejarah sebagai ruang eksplorasi media arts berbasis teknologi.

Eks Toko Roti Delicious dipilih karena dinilai kuat secara narasi sejarah. Bangunan ini menjadi simbol perjalanan ekonomi dan sosial Kota Malang. Melalui pendekatan visual digital, ruang tersebut dihidupkan kembali tanpa merusak struktur fisik aslinya.

Instalasi cahaya dipilih karena minim intervensi fisik dan lebih ramah terhadap bangunan heritage. Format ini juga dinilai efektif untuk sosialisasi gerakan Malang Media Arts sekaligus menjadi alternatif urban advertising berbasis digital yang adaptif terhadap perkembangan teknologi.

Kemudahan perizinan dan dukungan penggunaan lokasi dari Pemerintah Kota Malang turut memperkuat ekosistem media arts. Ruang publik tidak lagi sekadar area fungsional, tetapi menjadi medium ekspresi kreatif yang tertib dan kolaboratif.

Momentum ini sekaligus menjadi perkenalan Malang Media Arts Community yang diprakarsai Malang Creative Fusion. Komunitas ini dirancang sebagai ruang kolaborasi lintas disiplin yang menyatukan talenta kreatif, budaya, dan teknologi.

Inisiatif ini dihadiri oleh Dadik Wahyu Chang selaku Koordinator MCF dan Founder Utero Indonesia, Sukmo dan Kurniawan Founder Enggal Studio, Vicky Arief Ketua Harian ICCN dan Founder Paradise Picture, serta Arif S Founder Chatten Cafe.

Gerakan ini juga menjadi respon atas arahan Prabowo Subianto yang mendorong pengurangan media luar ruang fisik seperti spanduk dan billboard. Jejaring ekraf Malang menawarkan solusi berupa urban advertising digital melalui proyeksi cahaya, mapping bangunan heritage, dan konten visual interaktif yang lebih estetis dan ramah lingkungan.

Dadik Wahyu Chang menyampaikan apresiasi kepada seluruh tim yang mendukung kegiatan secara mandiri, termasuk petugas gedung parkir serta masyarakat yang antusias menyaksikan eksplorasi tersebut. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Pemerintah Kota Malang, Kepala Dinas Perhubungan Kota Malang Wijaya, serta Wali Kota Malang Wahyu Hidayat atas dukungan penggunaan lokasi.

Menurutnya, sinergi antara komunitas, korporasi, dan pemerintah menjadi fondasi penting dalam membangun ekosistem kreatif jangka panjang. Kegiatan ini bukan sekadar pertunjukan visual, tetapi penanda transformasi cara kota membangun narasi.

Melalui instalasi cahaya, bangunan dan monumen di Malang berubah menjadi media cerita yang hidup. Kota ini tidak hanya membangun infrastruktur, tetapi juga pengalaman, identitas, dan arah masa depan berbasis media arts.

Disalin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© 2025 BeritaMalang.com - Dekat, Cepat, Berguna.
MENU