
Kota Malang – Menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), Wali Kota Malang, Dr. Ir. H. Wahyu Hidayat, MM, memastikan bahwa stok kebutuhan pokok dan energi di Kota Malang dalam kondisi aman. Pernyataan ini disampaikan setelah dirinya melakukan inspeksi mendadak (sidak) bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) ke beberapa titik strategis di wilayah kota.
Wali Kota bersama TPID mengecek langsung ketersediaan beras di gudang Bulog Malang. Dari hasil pemantauan tersebut, stok beras dipastikan cukup untuk kebutuhan masyarakat hingga Februari 2026. Ini mencakup beras program SPHP dan jenis beras cadangan lain yang siap didistribusikan.
Wahyu menyampaikan masyarakat tidak perlu khawatir akan kemungkinan kelangkaan bahan pokok selama periode libur panjang akhir tahun.
Selain pangan, pemantauan juga dilakukan di Pertamina Fuel Terminal Malang. Wali Kota menyatakan pasokan BBM dan elpiji (LPG) dalam kondisi aman.
Pertamina telah menyiapkan beberapa skenario antisipasi untuk menghadapi lonjakan kebutuhan BBM dan elpiji selama Nataru.
Jika terjadi keterlambatan distribusi atau kebutuhan mendadak di lapangan, masyarakat dapat memanfaatkan Call Center Pertamina 135. Layanan ini memungkinkan pengiriman BBM atau elpiji ke lokasi bila diperlukan.
Selain memastikan stok aman, Pemkot Malang terus memantau stabilitas harga bahan pokok di pasar. Pemantauan dilakukan bersama Forkopimda dan jajaran terkait. Tujuannya adalah menjaga agar harga tetap terjangkau dan tidak terjadi lonjakan yang memberatkan masyarakat.
Wali Kota menegaskan bahwa ketersediaan komoditas yang terjaga akan membantu mempertahankan inflasi tetap terkendali selama periode Nataru.
Dengan kondisi stok yang mencukupi dan sistem distribusi yang baik, Pemkot Malang optimistis kebutuhan warga dan wisatawan yang datang ke Kota Malang akan terpenuhi. Pemantauan ini juga menjadi bukti kesiapan pemerintah daerah dalam menghadapi periode libur panjang akhir tahun.