
Kota Batu – Jumlah kunjungan wisatawan ke Kota Batu pada tahun 2025 dilaporkan turun sekitar 30 persen. Penurunan ini menjadi perhatian serius bagi pemerintah daerah, terutama menjelang musim liburan Natal dan Tahun Baru (Nataru) yang biasanya menjadi puncak kunjungan wisata.
Dinas Pariwisata Kota Batu menjelaskan bahwa turunnya angka kunjungan tidak hanya disebabkan menurunnya minat wisatawan, tetapi juga perubahan metode survei. Beberapa titik sampling kunjungan yang sebelumnya digunakan kini dihapus, sehingga memengaruhi akurasi perhitungan total kunjungan.
Disparta menyebut dua penyebab utama penurunan tahun ini:
Banyak pelaku wisata menyatakan bahwa kondisi ini terasa pada tingkat kunjungan weekday maupun weekend.
Untuk mengatasi penurunan tersebut, Disparta Kota Batu meningkatkan promosi di berbagai kanal. Upaya ini dilakukan melalui media digital, agen perjalanan, hingga kerja sama dengan industri pariwisata di luar Jawa Timur.
Target kunjungan wisatawan selama periode Nataru tahun ini mencapai 1,1 juta orang. Angka tersebut diharapkan dapat membantu menutup penurunan yang terjadi sejak awal tahun.
Disparta juga mulai menyiapkan metode penghitungan kunjungan yang lebih akurat menggunakan Mobile Data Positioning (MDP). Sistem ini memanfaatkan pergerakan ponsel untuk mendeteksi aktivitas wisatawan secara real time.
Metode baru ini diharapkan dapat menggantikan cara lama yang masih mengandalkan petugas pencatat dan sampling manual.
Menjelang liburan akhir tahun, pemerintah meminta pelaku wisata — mulai dari hotel, homestay, restoran, hingga pengelola objek wisata — menyiapkan layanan terbaik. Kota Batu diharapkan tetap menjadi destinasi utama keluarga dari berbagai kota.
Warga juga diajak menjaga suasana kondusif, kebersihan lingkungan, serta memastikan pelayanan ramah bagi wisatawan.