
Kecamatan Lowokwaru – Festival ASIA 2026 menjadi panggung kreativitas mahasiswa Institut Teknologi dan Bisnis ASIA Malang. Melalui kegiatan Parade Mie Nusantara, mahasiswa sukses memecahkan rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) sekaligus rekor dunia dengan menciptakan 130 varian mie dari berbagai daerah di Indonesia.
Kegiatan ini merupakan implementasi mata kuliah Business Practice dan Technology in Practice yang rutin digelar setiap tahun. Rektor Institut ASIA Malang, Risa Santoso, B.A, M.Ed., menjelaskan bahwa Parade Mie Nusantara dirancang sebagai ajang praktik nyata mahasiswa dalam menggabungkan kreativitas, teknologi, dan kewirausahaan.
“Tema Festival ASIA tahun ini Parade Mie Nusantara. Yang istimewa, mahasiswa berupaya memecahkan rekor MURI. Rekor sebelumnya 100 varian mie, dan hari ini mahasiswa ASIA Malang berhasil menghadirkan 130 variasi mie dari minimal 50 daerah di Nusantara,” ujar Risa.
Dalam prosesnya, Institut ASIA Malang mendapat dukungan dari produsen Mie Bola Mas yang menyediakan sekitar 5.000 keping mie sebagai bahan baku. Seluruh mie tersebut diolah, dikreasikan, dan dipasarkan langsung oleh mahasiswa sebagai bagian dari praktik bisnis.
Tak hanya mahasiswa tata boga, kegiatan ini melibatkan lintas jurusan. Mahasiswa Desain Komunikasi Visual turut menggarap media promosi, website, hingga pemanfaatan teknologi digital untuk mendukung penjualan produk mie.
Salah satu mahasiswa peserta, Nenden Maharani, mengaku produk Mie Bute atau Mie Bumbu Sate yang dibuat kelompoknya laris manis. Bahkan, stok habis hanya dalam setengah hari pelaksanaan acara.
“Kami sudah buka pre order dan bawa stok ke lokasi. Ternyata peminatnya banyak sekali, sampai siang sudah habis,” kata Nenden.

Ia menjelaskan keterbatasan bahan menjadi alasan tidak menambah produksi. Sate yang digunakan berasal dari Sampang Madura dengan ukuran daging lebih besar dan bumbu khas, sehingga tidak bisa diproduksi secara mendadak.
Parade Mie Nusantara berlangsung meriah di Apartemen Begawan. Di lantai dua, 130 varian mie ditawarkan kepada pengunjung. Sementara di lantai satu, acara diramaikan dengan penampilan band, lomba varian mie siswa SMK Malang Raya, lomba makan mie, serta hiburan lainnya.
Owner dan Founder Mie Bola Mas, Cipto Suwarno Kurniawan, mengatakan pihaknya bangga bisa terlibat mendukung pemecahan rekor oleh mahasiswa Institut ASIA Malang.
“Kami menyediakan berbagai jenis mie, dari pipih, bulat, keriting, hingga lurus. Total sekitar 5.000 keping mie agar peserta bebas berkreasi,” ujarnya.
Wawan, sapaan akrabnya, juga mengungkapkan ketertarikan terhadap salah satu olahan unik berupa kerupuk dari daun singkong dan hati ayam yang memiliki rasa menyerupai kerupuk paru goreng. Produk tersebut berpotensi dikembangkan lebih lanjut.
Proses penilaian dari tim MURI berlangsung ketat dan memakan waktu cukup lama karena harus memverifikasi seluruh 130 varian mie. Hasilnya, upaya mahasiswa Institut ASIA Malang tidak hanya memecahkan rekor nasional, tetapi juga tercatat sebagai rekor dunia.
Capaian ini menjadi kejutan sekaligus kebanggaan bagi civitas akademika Institut ASIA Malang serta seluruh pihak pendukung. Parade Mie Nusantara pun menjadi bukti bahwa pembelajaran berbasis praktik mampu melahirkan inovasi, prestasi, dan pengalaman nyata bagi mahasiswa.