
Kota Malang – Program kepemudaan On The Map sukses menyelenggarakan eksplorasi seni kriya budaya. Panitia menggandeng UMKM Madukara mempraktikkan langsung pembuatan karya eco-print. Seni pewarnaan ini memanfaatkan jejak dedaunan segar mencetak motif kain. Metode pencetakan natural ini sangat menjaga kelestarian lingkungan sekitar. Kehadiran delegasi mancanegara sukses menjadi daya tarik utama kegiatan ini.
Empat perwakilan pemuda benua Asia dan Afrika meramaikan lokakarya budaya ini. Mereka meliputi Karim Zahaf, Kush Shah, Li Shuangli, serta Abdelrahman Rihan. Para mahasiswa asing ini mempelajari proses produksi kain secara langsung. Mereka mempraktikkan teknik ponding menumbuk dedaunan membasahi hamparan kain putih.
Proses penumbukan perlahan ini meresapkan pigmen warna menuju serat kain. Selanjutnya, perajin menggulung rapat kain tersebut mengunci pancaran warna alami. Tahapan pengukusan panas memastikan motif estetik menempel permanen secara sempurna. Seni kriya ini tentu memanjakan mata memancarkan daya tahan pemakaian tinggi.
Kolaborasi edukatif ini membuktikan komitmen pemuda menggerakkan roda ekonomi kreatif. Relawan lokal menemani delegasi internasional memastikan kelancaran ajang pertukaran budaya. UMKM Madukara memanfaatkan momentum strategis ini mempromosikan ragam produk unggulan. Penggiat kriya lokal sukses menuai apresiasi mendalam mewakili masyarakat global.
Staf Program Andora Arseno mengaku mendapat wawasan baru melihat keunikan eco-print. Ia berharap program pemberdayaan ini terus memajukan potensi UMKM Madukara. Interaksi lintas negara ini berhasil membuka mata banyak pihak. Inovasi karya seni Nusantara selalu menjunjung tinggi semangat keselarasan alam.