
Kota Malang – Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Brawijaya (FKH UB) mengambil langkah proaktif. Pasalnya, institusi ini menjamin kelayakan kesehatan hewan kurban menjelang perayaan Idul Adha 1447 Hijriah. Oleh karena itu, FKH UB menerjunkan 960 mahasiswa dan 41 dosen pendamping ke tengah masyarakat. Selanjutnya, tim besar ini melakukan pengawasan secara ketat di berbagai daerah operasional.
Ketua Pengabdian Masyarakat FKH UB, drh. Yulinar Risky Karaman, memaparkan detail distribusi personel tersebut. Menurutnya, panitia memfokuskan persebaran petugas utama di seluruh wilayah Malang Raya. Mulai dari Kota Malang yang mendapat alokasi 400 mahasiswa dan 15 dosen pendamping. Selain itu, 100 mahasiswa dan lima dosen siap mengawal wilayah Kabupaten Malang. Bahkan, 300 mahasiswa dan lima dosen turut mengawasi penyembelihan di Kota Batu.
Di sisi lain, FKH UB juga mengirimkan delegasi menuju beberapa wilayah Jawa Timur. Misalnya, Sidoarjo, Lamongan, hingga Mojokerto mendapat bantuan puluhan mahasiswa kedokteran hewan. Tentu saja, puluhan mahasiswa profesi juga menjangkau wilayah Jawa Tengah hingga Pulau Bali.
Menariknya, kampus juga melayani permintaan khusus dari banyak takmir masjid di Malang Raya. Oleh sebab itu, panitia menyiagakan lima hingga enam mahasiswa pada setiap titik masjid sekitar kampus. Lebih lanjut, Yulinar menjelaskan dua lapis pemeriksaan krusial bagi setiap hewan kurban. Pertama, petugas melakukan pemeriksaan antemortem atau pengecekan sebelum proses penyembelihan berlangsung.
Sebab, tim medis wajib meninjau lapak penjualan ternak di lima kecamatan Kota Malang. Dengan demikian, mereka memastikan ternak dalam kondisi sehat, cukup umur, dan tanpa cacat fisik. Singkatnya, seluruh hewan harus memenuhi syarat syariat Islam secara sempurna.
Kemudian, tim gabungan langsung mengeksekusi pemeriksaan post-mortem setelah tahapan penyembelihan selesai. Pasalnya, petugas memeriksa kondisi organ dalam satwa secara detail untuk mendeteksi abnormalitas. Menurut Yulinar, petugas sering menemukan keberadaan cacing hati pada sapi dari tahun ke tahun.
Oleh karena itu, tim lapangan memperketat skrining gejala penyakit menular akut pada hewan ternak. Contohnya seperti deteksi Lumpy Skin Disease (LSD) dan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Harapannya, pengabdian masyarakat ini sukses memberikan rasa aman bagi warga saat mengonsumsi daging kurban.