24
Juni
2026
Rabu - : WIB

Revolusi Kesehatan, Mahasiswa FK UM Ciptakan Alat Deteksi Kanker Serviks Praktis Lewat Urin

Aditya Menggala
Aditya Manggala
April 28, 2026 pada Kota Malang
Inovasi Mahasiswa FK UM Deteksi Kanker

Kota Malang – Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Malang (FK UM) kembali menunjukkan taringnya dalam dunia inovasi kesehatan. Mahasiswa FK UM, Nada Balqis MY Wulan bersama timnya, berhasil menciptakan teknologi deteksi dini penyakit yang adaptif dan terjangkau. Karya ini hadir sebagai solusi nyata untuk menekan angka kematian akibat keterlambatan diagnosis medis di Indonesia.

Fokus utama tim inovator ini adalah mendeteksi dini kanker serviks melalui alat bernama CHITO-CRISPR. Alat tersebut merupakan biosensor berbasis portable molecular detector yang bekerja secara non-invasif. Berbeda dengan metode konvensional, alat ini memungkinkan pemeriksaan kanker serviks hanya melalui sampel urin saja.

Deteksi Kanker Serviks Mandiri Tanpa Laboratorium Rumit

Nada Balqis menjelaskan bahwa CHITO-CRISPR dirancang agar masyarakat bisa menggunakannya secara mandiri dan praktis. Keunggulan utamanya adalah pengguna tidak memerlukan fasilitas laboratorium yang kompleks untuk mengetahui hasilnya. Inovasi ini bertujuan untuk menghapus hambatan sosial, seperti rasa malu yang seringkali membuat perempuan enggan melakukan skrining dini.

“Kami ingin meningkatkan kesadaran perempuan untuk melakukan skrining sejak dini. Melalui alat ini, proses pemeriksaan menjadi jauh lebih mudah, nyaman, dan privasi tetap terjaga,” ujar Nada dalam sesi wawancara bersama Humas UM. Selain kanker serviks, tim juga mengembangkan IMUNO-SENSE PATCH untuk mendeteksi dini penyakit autoimun melalui sistem pemantauan aplikasi.

Solusi Kesehatan untuk Wilayah Terpencil (3T)

Selanjutnya, Nada menegaskan bahwa kedua inovasi tersebut sangat cocok untuk diimplementasikan di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Karakteristik alat yang sederhana dan mudah digunakan menjadi jawaban atas keterbatasan akses layanan kesehatan di daerah terpencil. Dengan diagnosis yang lebih cepat, penanganan medis pun dapat dilakukan secara lebih akurat.

Prestasi ini pun telah mendapatkan pengakuan secara nasional. Tim FK UM sukses meraih penghargaan dalam ajang Festival Science Competition Neuroglia (FASCIA) 2026 dan Bandung Essay Competition 3. Keberhasilan tersebut membuktikan bahwa inovasi mahasiswa UM memiliki daya saing tinggi dan sangat relevan dengan kebutuhan masyarakat modern.

Capaian ini sekaligus memperkuat komitmen FK UM dalam melahirkan inovator muda yang responsif terhadap tantangan kesehatan global. Inovasi CHITO-CRISPR dan IMUNO-SENSE PATCH juga menjadi kontribusi nyata kampus dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs). Khususnya, poin ketiga yang berfokus pada kehidupan sehat dan kesejahteraan masyarakat secara luas.

Disalin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© 2025 BeritaMalang.com - Dekat, Cepat, Berguna.
MENU