
Kota Malang – Sivitas akademika STIE Malangkuçeçwara kembali menggelar program pengabdian masyarakat. Tepatnya, tim dosen mengunjungi Desa Turirejo pada kawasan Kecamatan Lawang. Menurut jadwal, panitia menyelenggarakan pelatihan ini pada Kamis (25/6/2026). Kali ini, akademisi melatih warga menggunakan teknologi kecerdasan buatan. Tujuannya, peserta bisa merancang teks promosi penjualan produk UMKM. Faktanya, sekitar enam puluh ibu sangat antusias mengikuti acara tersebut.
Menurut anggota tim PKM, Prof Yupono Bagjo, kegiatan ini mewujudkan amanat Tri Dharma. Sebab, kampus wajib mengembangkan kualitas sumber daya manusia pedesaan. Selain itu, Kepala Desa Turirejo, Arief Sukmawanto, sangat mengapresiasi inovasi tersebut. Menurut Arief, warga desa baru pertama kali mendapatkan edukasi teknologi ini. Oleh karena itu, materi canggih ini sangat menguntungkan para pelaku usaha. Harapannya, pelatihan ini mampu memicu inovasi bisnis masyarakat setempat.

Sementara itu, panitia menghadirkan pengusaha sukses bernama Heru Nurwahyudin. Sebagai informasi, alumnus kampus ABM ini merintis jenama camilan Super Heru. Menurut Heru, ia mengajari warga memakai platform AI bernama Gemini. Hasilnya, peserta mampu merangkai kalimat promosi status WhatsApp secara profesional. Bahkan, warga sukses mendesain gambar produk bernilai jual tinggi.
Tentu saja, hal ini mengatasi kesulitan warga saat merancang konten pemasaran. Seketika itu, para calon pembeli langsung merespons status promosi buatan warga. Buktinya, banyak kontak WhatsApp mulai menanyakan harga produk jualan mereka. Dengan demikian, pemanfaatan teknologi cerdas pasti mendongkrak angka penjualan secara signifikan. Mari terus manfaatkan kecerdasan buatan demi memajukan UMKM Malang Raya!