
Kota Malang – PT Bank CIMB Niaga Tbk mencatatkan kinerja solid sepanjang 2025 dengan laba sebelum pajak konsolidasi sebesar Rp8,8 triliun. Capaian tersebut diumumkan dalam laporan keuangan tahunan yang dirilis Kamis 26 Februari 2026.
Presiden Direktur dan CEO CIMB Niaga Lani Darmawan menyampaikan bahwa kinerja 2025 mencerminkan konsistensi performa dan fundamental bisnis yang sehat. Bank membukukan rasio kredit bermasalah bruto sebesar 1,81 persen serta cost of credit yang turun menjadi 0,74 persen. Return on equity tercatat 13 persen.
Dari sisi permodalan dan likuiditas, capital adequacy ratio berada di level 24,8 persen dan loan to deposit ratio sebesar 86,8 persen. Total aset konsolidasian per 31 Desember 2025 mencapai Rp372,7 triliun.
Dana Pihak Ketiga tumbuh 3,8 persen secara tahunan menjadi Rp270,5 triliun, didorong peningkatan CASA sebesar 10,1 persen menjadi Rp189,5 triliun dengan rasio CASA mencapai 70 persen.
Penyaluran kredit dan pembiayaan naik 4,5 persen year on year menjadi Rp238,3 triliun. Pertumbuhan tertinggi berasal dari segmen Perbankan Korporat sebesar 6,7 persen, diikuti Konsumer 3,4 persen dan UKM 2 persen. Kredit Pemilikan Mobil mencatat pertumbuhan 10,1 persen.
Unit Usaha Syariah CIMB Niaga juga mencatatkan pembiayaan Rp55,7 triliun dan Dana Pihak Ketiga Rp50,3 triliun per akhir 2025, memperkuat posisinya sebagai salah satu unit usaha syariah terbesar di Indonesia.
Di bidang digital, 91,6 persen transaksi nasabah telah dilakukan melalui kanal digital sepanjang 2025. Transaksi melalui aplikasi dan website OCTO meningkat 48 persen dibanding tahun sebelumnya.
Hingga akhir 2025, CIMB Niaga mengoperasikan 394 kantor cabang dan jaringan, 2.786 ATM, serta lebih dari 707 ribu EDC, QR dan e commerce di berbagai kota di Indonesia.
Komitmen keberlanjutan juga diperkuat dengan pembiayaan berkelanjutan sebesar Rp59,5 triliun atau 25 persen dari total pembiayaan. Bank mencatat penurunan emisi gas rumah kaca cakupan 1 dan 2 sebesar 46 persen dibanding baseline 2019.
Sepanjang 2025, CIMB Niaga meraih berbagai penghargaan di bidang layanan, tata kelola, inovasi digital, keberlanjutan, hingga kinerja keuangan.
Lani Darmawan menegaskan pada 2026 Bank akan tetap fokus pada pertumbuhan kredit yang prudent, penguatan dana murah, pengelolaan biaya yang disiplin, serta strategi Forward30 untuk menjaga pertumbuhan berkelanjutan.