
Kota Malang – Universitas Brawijaya (UB) resmi memulai pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK SNBT) 2026 pada Selasa (21/04/2026). Guna menjamin integritas ujian, pihak kampus menerapkan pengawasan ekstra ketat untuk mengantisipasi berbagai modus operandi praktik kecurangan.
Wakil Rektor Bidang Akademik UB, Prof. Dr. Ir. Imam Santoso, MP., menjelaskan bahwa tercatat sebanyak 16.225 peserta akan mengikuti ujian yang terbagi dalam sebelas sesi selama enam hari ke depan. Sebagai langkah preventif, UB memberlakukan kebijakan kuliah daring bagi mahasiswa reguler dan membatasi akses keluar masuk kampus.
Salah satu poin utama pengetatan tahun ini adalah pemeriksaan fisik peserta yang dilakukan secara mendetail sebelum memasuki ruang ujian. Pengawas melakukan pengecekan terhadap pakaian lengan panjang, hijab, hingga aksesoris yang dikenakan peserta.
“Kami periksa semua agar potensi praktik kecurangan dapat diminimalisir. Aksesoris di telinga hingga behel gigi juga kami periksa. Dari pemantauan sesi pertama pagi tadi, belum ada laporan adanya praktik kecurangan yang ditemukan panitia,” ungkap Prof. Imam saat konferensi pers di hari pertama ujian.
Dari sisi teknologi, UB meningkatkan keamanan jaringan dengan menutup akses dari luar selama ujian berlangsung. Jaringan khusus UTBK SNBT menjadi prioritas utama untuk memastikan koneksi tetap stabil tanpa gangguan teknis.
Berdasarkan tinjauan sesi pertama, tingkat kehadiran peserta mencapai 97,4 persen. Dari total 1.540 peserta yang dijadwalkan pada sesi pagi, hanya 40 orang yang dilaporkan tidak hadir. Menurut Prof. Imam, hal ini menunjukkan antusiasme yang sangat tinggi dari para calon mahasiswa untuk berkuliah di UB.
Selain itu, UB juga memastikan inklusivitas dalam pelaksanaan ujian tahun ini dengan memfasilitasi 13 peserta difabel. Rinciannya terdiri dari enam peserta tuna rungu, tiga peserta tuna daksa, dan empat peserta tuna netra, yang semuanya mendapatkan pendampingan khusus sesuai kebutuhan masing-masing.