
Kota Malang – Sejumlah mahasiswa program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Universitas Negeri Malang (UM) menggelar pelatihan pembuatan ecobrick bagi remaja berusia 10–11 tahun pada Rabu (22/7/2026). Kegiatan pengabdian masyarakat bertajuk Proyek Kepemimpinan ini dipantau dan dibimbing langsung oleh dosen Neni Wahyuningtyas bersama tim mahasiswa pascasarjana UM. Tujuannya sangat jelas, yakni menanamkan kesadaran pelestarian lingkungan sejak dini sekaligus menekan risiko bencana alam akibat penumpukan limbah domestik.
Selama pelatihan berlangsung, peserta tidak sekadar mendapatkan teori mengenai hubungan tata kelola sampah dan mitigasi bencana. Anak-anak langsung terjun mempraktikkan pengolahan limbah plastik untuk dipadatkan menjadi ecobrick. Rangkaian botol padat tersebut kemudian disusun sedemikian rupa menjadi perabotan bernilai guna, mulai dari meja sederhana hingga tempat duduk fungsional. Antusiasme remaja terlihat sangat tinggi saat berdiskusi dan merancang produk inovatif tersebut secara kolaboratif.
Ketua kelompok mahasiswa PPG UM, Darma Jaya Syahrudin memaparkan bahwa langkah kecil ini diharapkan mampu memantik kesadaran masyarakat yang lebih luas. Pelibatan generasi muda berfungsi mencetak agen perubahan yang kelak akan membudayakan konsep zero waste di wilayahnya masing-masing. Lingkungan yang sehat otomatis akan meminimalisir ancaman bencana masa depan serta menciptakan sistem keberlanjutan yang memadai.