
Kota Malang – Fakultas Hukum Universitas Brawijaya (FH UB) menyelenggarakan Konferensi Internasional Mahasiswa Hak Asasi Manusia pada Senin (7/9/2026). Panitia sengaja menggelar acara tahunan ini memperingati momen wafatnya pejuang kemanusiaan Munir Said Thalib. Puluhan mahasiswa lintas negara memadati ruang diskusi membahas isu-isu krusial. Kampus menggandeng sejumlah lembaga merumuskan solusi mengatasi ragam tantangan hak dasar masyarakat global.
Ketua Panitia Cyndiarnis Cahyaning Putri menyampaikan konferensi edisi kedua ini sukses menjaring 60 peserta mancanegara. Para mahasiswa mewakili empat benua mencakup kawasan Asia, Afrika, Amerika Selatan, hingga Eropa. Dosen FH UB ini menjelaskan peserta akan menuangkan buah pemikiran mereka merespons berbagai persoalan dunia.
Panitia mengangkat tema krusial menyentuh isu ruang kebebasan sipil hingga hak atas lingkungan hidup. Cindy mengharapkan wadah akademik ini menggalang kepedulian masyarakat luas menjaga penegakan keadilan. Kampus sangat membutuhkan partisipasi mahasiswa mengawal peningkatan kesadaran publik mematuhi regulasi kemanusiaan.

Wakil Rektor Universitas Brawijaya Setiawan Noerdajasakti membuka langsung rangkaian konferensi selama dua hari tersebut. Pimpinan kampus ini menekankan peran strategis mahasiswa menjadi garda terdepan menyebarluaskan nilai keadilan. Insan akademis wajib mengedukasi warga merespons dinamika regulasi perlindungan HAM yang terus berkembang cepat.
Sementara itu, Wakil Dekan FH UB Muktiono mengajak generasi muda merumuskan ide segar menghadapi tantangan era digital. Anak muda saat ini memiliki potensi luar biasa memanfaatkan kemajuan algoritma internet. Muktiono sangat berharap perdebatan peserta menghasilkan karya tulis berkualitas merespons persoalan kemanusiaan secara komprehensif.