
Kota Malang – Fakultas Hukum Universitas Brawijaya (FH UB) menyelenggarakan konferensi internasional mahasiswa membahas isu hak asasi manusia pada Senin (7/9/2026). Panitia penyelenggara menjaring 60 peserta dari berbagai perguruan tinggi dalam maupun luar negeri. Pihak kampus merancang forum akademik ini mengupas tuntas dinamika regulasi perlindungan hak dasar masyarakat secara menyeluruh.
Jadikan Mahasiswa Garda Terdepan Edukasi Warga
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni UB Setiawan Noerdajasakti membuka langsung gelaran konferensi internasional bergengsi tersebut. Setiawan menegaskan forum akademik ini memegang peran sangat penting menyebarluaskan pemahaman isu kemanusiaan. Seluruh lapisan masyarakat wajib memahami penerapan hak asasi yang menyentuh berbagai aspek sosial, ekonomi, hingga perpolitikan negara.
Dosen pengajar FH UB ini menilai mahasiswa mewakili garda terdepan menyosialisasikan pentingnya pemenuhan hak asasi kepada warga sekitar. Insan akademis yang memiliki pengetahuan mumpuni pasti mampu mengedukasi masyarakat menyikapi perkembangan aturan hukum secara bijak. Setiawan menyebut regulasi kemanusiaan selalu mengalami dinamika mengikuti perubahan zaman secara terus menerus setiap waktunya.
Kawal Dinamika Regulasi Sebagai Agen Perubahan
Pimpinan kampus mengharapkan para peserta mengambil peran aktif sebagai agen perubahan lingkungan sosial masing-masing. Mahasiswa wajib turun langsung mengedukasi masyarakat merespons pergerakan regulasi hak asasi yang semakin dinamis. Sosialisasi berkelanjutan ini memastikan warga negara memahami batasan hak mereka dengan baik tanpa melanggar kebebasan individu lainnya.