
Kota Malang – Pemerintah Provinsi Jawa Timur kembali menerima amanah pendidikan nasional. Tepatnya, Gubernur Khofifah Indar Parawansa menyambut kedatangan ratusan pelajar Papua. Menurut jadwal, panitia menggelar acara serah terima pada Hotel Aria Gajayana. Sebagai informasi, panitia menyelenggarakan agenda ini pada Sabtu (11/7/2026) siang. Kali ini, Ketua Eksekutif Percepatan Pembangunan Otorita Khusus Papua turut menghadiri pergelaran tersebut. Yakni, Velix Vernando Wanggai mendampingi langsung para pelajar program Afirmasi Pendidikan Menengah. Tujuannya, pemerintah ingin memastikan seluruh anak Indonesia memperoleh hak pendidikan berkualitas.
Menurut Khofifah, program ADEM membuka akses pendidikan luas bagi putra-putri Papua. Selain itu, inisiatif ini sukses mempererat persaudaraan antar-anak bangsa lintas budaya. Oleh karena itu, para pelajar siap hidup rukun dalam keberagaman nusantara. Bahkan, Khofifah menganggap seluruh siswa sebagai keluarga besar wilayah Jawa Timur. Tegasnya, ia siap mengawal kesuksesan seluruh peserta program tersebut. Sebab, pemerintah berkomitmen penuh memberikan lingkungan belajar paling aman dan nyaman.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Aries Agung memberikan laporan. Faktanya, seratus lima puluh dua peserta sukses merampungkan masa pembekalan kedisiplinan. Sebab, mereka telah tiba mengunjungi wilayah Jawa Timur sejak awal Juli. Kini, mereka siap menuntut ilmu dan berinteraksi bersama warga masyarakat setempat. Senada dengan Aries, Velix menilai program ini memberikan pengalaman belajar komprehensif. Harapannya, para siswa mampu menyerap ilmu dari lingkungan pergaulan sekitar sekolah.
Sebagai catatan, para peserta mewakili lima kawasan provinsi sekitar tanah Papua. Selanjutnya, mereka siap menempuh jenjang pendidikan pada tiga puluh tiga sekolah. Nantinya, para siswa menyebar menuju sebelas kabupaten kota penjuru Jawa Timur. Misalnya, Kota Batu menampung dua puluh sembilan pelajar program afirmasi tersebut. Kemudian, Kota Malang dan Kabupaten Malang masing-masing membina delapan orang siswa. Mari terus dukung pemerataan pendidikan demi mencerdaskan kehidupan para anak bangsa!