15
Juli
2026
Rabu - : WIB

Cegah Penyakit Jantung, Akademisi FK UB Rilis Inovasi Minuman Sehat Deteko

Aditya Menggala
Aditya Manggala
Juli 13, 2026 pada Headline, Kota Malang
Deteko Inovasi FK UB

Kota Malang – Wakil Dekan FK Universitas Brawijaya Prof Saifur Rohman meluncurkan inovasi terbaru. Tepatnya, ia memperkenalkan minuman sehat bernama Deteko pada Kamis (9/7/2026). Sebagai informasi, produk ini memadukan bahan baku teh hijau dan kopi hijau. Bahkan, ide pembuatan minuman ini sudah muncul sejak dua belas tahun lalu. Tujuannya, ia ingin menghadirkan pilihan minuman sehat bagi seluruh masyarakat. Sebab, warga sangat menyukai ragam minuman berbahan dasar teh dan kopi. Oleh karena itu, Deteko hadir menjadi obat tambahan bagi pasien sindrom metabolik.

Menurut Prof Saifur, sindrom metabolik menuntut perhatian yang sangat serius. Pasalnya, jumlah penderita kondisi kesehatan kompleks ini terus melonjak tajam. Misalnya, pasien mengalami perut buncit, darah tinggi, hingga kolesterol buruk. Tegasnya, membiarkan kondisi ini pasti memicu risiko lonjakan penderita penyakit jantung. Sebagai dokter, ia mengajak masyarakat rutin meminum Deteko sebanyak dua kali sehari. Buktinya, uji klinis sukses menurunkan tensi, kegemukan, dan risiko serangan jantung.

Terapkan Proses Dekafeinasi Ketat dan Bidik Kolaborasi Hilirisasi

Lebih lanjut, keunggulan utama Deteko terletak pada proses pengolahan bahan. Yakni, tim peneliti menerapkan proses dekafeinasi atau penurunan kadar kafein. Sebab, kafein berlebih selalu membuat detak jantung berdebar sangat kencang. Akibatnya, pasien penyakit jantung rawan mengalami sesak napas hingga pingsan. Meski demikian, proses ketat ini tetap menjaga seluruh manfaat teh dan kopi.

Selama dua belas tahun, Prof Saifur rutin merilis tiga puluh enam jurnal internasional. Artinya, publikasi akademik tersebut membuktikan khasiat produk inovatif ini secara ilmiah. Kabar baiknya, produk ini telah mengantongi izin Pangan Industri Rumah Tangga. Ke depan, tim peneliti menargetkan perolehan izin resmi BPOM. Oleh sebab itu, Prof Saifur membutuhkan kolaborasi strategis bersama para produsen bahan. Selanjutnya, ia juga merangkul pemasar guna meluaskan jangkauan penjualan produk. Harapannya, inovasi ini segera memasuki tahap hilirisasi dan menyapa warga lewat kedai mandiri. Mari dukung karya inovatif akademisi nusantara demi mewujudkan masyarakat sehat!

Disalin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© 2025 BeritaMalang.com - Dekat, Cepat, Berguna.
MENU