
Kabupaten Malang – Dua mahasiswa Pascasarjana Universitas Negeri Malang (UM), Alfina Nur Jannah dan Dinda Nuzulia Rahmah, melakukan aksi nyata di Dusun Mentaraman, Desa Pagelaran. Pasalnya, mereka mendampingi pengelola Kampung Seni Eduwisata Mentaraman untuk menyusun Standar Operasional Prosedur (SOP) kunjungan pada Minggu (3/5/2026). Oleh karena itu, kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan kualitas tata kelola wisata desa agar lebih profesional.
Program ini berjalan di bawah bimbingan Prof. Dr. Agung Winarno dan Dr. Agus Hermawan. Selain itu, inisiatif tersebut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) dalam memperkuat ekonomi lokal. Sebab, Dusun Mentaraman memiliki potensi besar pada kesenian gamelan dan produk kerajinan masyarakat yang memerlukan sistem pengelolaan terarah.
Tim pelaksana melihat bahwa potensi seni dan UMKM di Mentaraman membutuhkan standarisasi yang kuat. Oleh sebab itu, mereka merancang dokumen SOP yang mengatur alur kunjungan secara menyeluruh. Mulai dari proses reservasi, persiapan teknis, pelaksanaan di lapangan, hingga tahap evaluasi kegiatan wisata. Dengan demikian, pengelola dapat menjalankan kegiatan eduwisata secara konsisten dan berkelanjutan.
Selanjutnya, tim pengabdian membahas draf dokumen tersebut secara partisipatif bersama pengurus kampung seni. Hasilnya, musyawarah menyepakati SOP tersebut sebagai pedoman resmi dalam melayani setiap kunjungan wisatawan. Tentu saja, langkah ini mengubah pola pengelolaan yang sebelumnya bersifat insidental menjadi lebih terencana dan profesional.
Lebih lanjut, penetapan SOP ini menjadi strategi jitu untuk meningkatkan daya saing Kampung Seni Mentaraman. Bahkan, kolaborasi ini menyentuh aspek SDG 8 mengenai pertumbuhan ekonomi melalui penguatan UMKM lokal. Selain itu, upaya tersebut juga menjaga kelestarian budaya sesuai dengan misi pembangunan permukiman yang berkelanjutan.
Singkatnya, sinergi antara akademisi UM dan masyarakat desa menciptakan ekosistem wisata yang lebih tangguh. Oleh karena itu, tim pelaksana berharap dokumen ini menjadi panduan praktis yang terus hidup di tengah masyarakat. Harapannya, Dusun Mentaraman mampu menjadi contoh sukses wisata berbasis budaya yang adaptif dan memberikan dampak ekonomi nyata bagi warga setempat.