21
Juli
2026
Selasa - : WIB

Usung Konsep Piknik, Mahasiswa Komunikasi UMM Sukses Kemas Edukasi Membatik Kekinian

Aditya Menggala
Aditya Manggala
Juli 16, 2026 pada Headline, Pendidikan & Komunitas
Nggelar Batik Komunikasi UMM

Kabupaten Malang – Mahasiswa Ilmu Komunikasi UMM sukses menginisiasi cara unik. Tepatnya, mereka memperkenalkan warisan budaya kepada generasi muda nusantara. Faktanya, panitia mewujudkan gagasan tersebut melalui pergelaran acara Nggelar Batik. Menariknya, kegiatan edukatif ini mengusung konsep piknik sangat santai. Hasilnya, panitia menyulap lokakarya membatik tradisional menjadi ajang rekreasi visual. Sebagai informasi, peserta menikmati suasana hangat pada area alam terbuka. Tentu saja, kegiatan ini mendobrak kebiasaan lokakarya dalam ruangan tertutup. Kala itu, para peserta duduk rapi beralaskan tikar piknik. Selanjutnya, mereka menyelami proses kreatif pembuatan kain batik secara langsung.

Menurut Koordinator Acara Aisyah, panitia ingin membuang stigma membosankan. Sebab, pelajaran budaya tradisional sering memberikan kesan sangat kaku. Oleh karena itu, panitia mengemas edukasi lewat konsep ala piknik. Tegasnya, panitia menyajikan aktivitas membatik secara intim dan sangat menyenangkan. Bahkan, inovasi ini sangat relevan mengikuti tren gaya hidup kekinian. Selain itu, keseruan acara tidak berhenti pada proses mencanting saja. Lebih lanjut, panitia juga menghadirkan sesi pembuatan hiasan gaya modern. Nantinya, peserta bisa membawa pulang gantungan estetis dan multifungsi.

Nikmati Kesegaran Jamu dan Tonton Dokumenter Anjani Batik

Sebagai pelengkap, panitia mengajak peserta meminum jamu herba bersama. Sembari mengobrol, mereka mencicipi kesegaran minuman tradisional nusantara tersebut. Tujuannya, panitia ingin memperkuat esensi relaksasi melalui suasana pergaulan akrab. Tidak hanya itu, penyelenggara turut menyuguhkan muatan edukasi visual memukau. Misalnya, mereka memutar film dokumenter edukatif bertajuk Anjani Batik.

Tepatnya, sinema ini mengupas tuntas industri batik legendaris Kota Batu. Melalui tayangan, panitia mengajak peserta menghargai setiap goresan malam. Selain itu, generasi muda wajib memahami nilai filosofis karya batik. Akhirnya, sinergi edukasi dan rekreasi ini sukses melestarikan budaya daerah. Mari lestarikan warisan budaya leluhur melalui cara lebih segar!

Disalin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© 2025 BeritaMalang.com - Dekat, Cepat, Berguna.
MENU