
Kota Malang – Layanan Bus Trans Jatim Koridor I, yang disebut sebagai Trans Jatim Gajayana, resmi beroperasi sejak 20 November 2025. Peresmian digelar di halaman Balai Kota Malang dan langsung menarik perhatian warga karena menawarkan alternatif transportasi yang nyaman dan terjangkau.
Bus Gajayana melayani perjalanan dari Terminal Hamid Rusdi, melewati Terminal Landungsari, hingga ke Terminal Batu. Tarifnya ditetapkan Rp 5.000 untuk penumpang umum dan Rp 2.500 untuk pelajar atau mahasiswa.
Pada jam sibuk, bus beroperasi dengan interval 10–15 menit. Di luar jam sibuk, waktu tunggu sekitar 20 menit. Dengan frekuensi ini, Trans Jatim Gajayana diharapkan bisa memenuhi kebutuhan mobilitas harian warga.
Wali Kota Malang menjelaskan bahwa rute Koridor I dipilih karena melewati permukiman, pusat ekonomi, sekolah, dan kawasan wisata. Dengan hadirnya layanan ini, pemerintah berharap warga dapat beralih ke transportasi publik sehingga beban lalu lintas berkurang.
Trans Jatim Gajayana juga menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk menyediakan moda transportasi yang lebih nyaman, aman, dan mudah dijangkau masyarakat.
Total 14 bus operasional dan 1 bus cadangan disiapkan untuk layanan ini. Sebanyak 35 sopir angkot lama dilibatkan sebagai pengemudi bus. Langkah ini dilakukan agar proses transisi menuju transportasi publik modern tetap adil bagi para sopir angkot.
Pemerintah juga berencana menata kembali trayek angkutan kota. Tujuannya agar layanan bus dan angkot tidak saling bersaing, tetapi saling melengkapi sebagai bagian dari sistem transportasi terpadu.
Trans Jatim Gajayana menyediakan halte di sepanjang rute utama, sehingga memudahkan warga yang ingin berangkat bekerja, sekolah, atau menuju pusat kegiatan. Warga juga bisa mengakses informasi jadwal secara daring melalui platform resmi layanan Trans Jatim.
Dengan fasilitas tersebut, Trans Jatim Gajayana menjadi pilihan transportasi publik yang lebih efisien, baik untuk mobilitas harian maupun perjalanan wisata.