
Kota Malang – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Malang resmi membuka QRISMA FEST 2026 Vol. 1 pada Senin (04/05/2026). Pasalnya, acara ini mengambil lokasi ikonik di kawasan heritage Kayutangan. Sejalan dengan itu, kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun ke-112 Kota Malang.
Selain itu, tema “Dari Tradisi ke Transaksi” menjadi napas utama festival. Sebab, Bank Indonesia ingin mendorong transformasi pembayaran digital di tengah identitas budaya lokal. Oleh karena itu, sinergi lintas sektor, termasuk Pemerintah Kota Malang dan OJK, turut mendukung penguatan ekosistem ekonomi digital ini.

Selanjutnya, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Malang, Indra Kuspriyadi, menegaskan potensi besar transaksi QRIS di kota ini. Bahkan, total merchant QRIS di Kota Malang sudah mencapai 68 persen dari wilayah kerja BI Malang. Dengan demikian, momentum ini menempatkan Kota Malang sebagai kota paling akseleratif dalam digitalisasi pembayaran.
Senada dengan hal tersebut, Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, mendukung penuh transformasi ini. Menurutnya, kawasan Kayutangan tetap mempertahankan nilai sejarah, namun kini semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi. Oleh karena itu, pengunjung maupun wisatawan kini dapat menikmati kemudahan transaksi non-tunai di seluruh area wisata.

Lebih lanjut, QRISMA FEST berlangsung mulai 2 Mei hingga 8 Mei 2026. Ada berbagai agenda menarik yang melibatkan ribuan pelaku usaha. Di antaranya, Malang Merchant QRIS Race yang diikuti oleh 1.120 merchant. Bahkan, Kadjoe Tangan QRIS Race juga turut memeriahkan kawasan heritage dengan dukungan berbagai perbankan besar.
Selain itu, panitia juga menyelenggarakan workshop digitalisasi sistem pembayaran bagi pelaku UMKM. Bahkan, kompetisi kebersihan lingkungan dan content competition juga menjadi wadah promosi wisata Kayutangan. Tentu saja, hal ini bertujuan memperluas akses pasar sekaligus menjaga kebersihan atraksi wisata lokal.
Sebagai penutup, Bank Indonesia berharap kolaborasi ini mempercepat penggunaan QRIS secara masif. Dengan demikian, aktivitas perdagangan meningkat dan daya saing UMKM lokal semakin kuat. Singkatnya, Kota Malang membuktikan bahwa warisan masa lalu dapat berjalan beriringan dengan masa depan ekonomi digital.