
Kota Malang – Mahasiswa Program Doktor (S3) Pendidikan Biologi Universitas Negeri Malang (UM) menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) di SMK Negeri 3 Malang pada Jumat (10/4/2026). Kegiatan ini bertujuan untuk membangun kesadaran kolektif dalam menjaga lingkungan melalui pengelolaan sampah berkelanjutan.
Program yang merupakan implementasi mata kuliah Global Sustainability and Social Responsibility (GSSR) ini mengusung praktik pengolahan sampah metode Takakura dan Ecobrick. Peserta terdiri dari siswa kelas X Kuliner, guru, koordinator Adiwiyata, hingga staf sekolah.
Dosen pembimbing, Prof. Mimien Henie Irawati Al Muhdhar, M.S., menegaskan bahwa pendidikan lingkungan adalah bagian dari tanggung jawab sosial. “Kegiatan ini diharapkan membentuk kebiasaan baru dalam mengelola sampah secara mandiri dan berkelanjutan,” ujarnya.
Berbeda dengan sosialisasi pada umumnya, kegiatan ini menekankan pada praktik langsung. Muhammad Khalil, M.Pd., memaparkan metode Takakura untuk mengolah sampah organik menjadi kompos skala rumah tangga. Ia menekankan pentingnya sirkulasi udara dan komposisi starter agar proses fermentasi tidak menimbulkan bau.
Di sisi lain, Rahman Fadli, M.Pd., mendampingi siswa dalam pembuatan Ecobrick. Peserta diajak mengolah sampah plastik bersih menjadi bahan konstruksi sederhana dengan cara memadatkan potongan plastik ke dalam botol hingga tanpa rongga udara.

Wakil Kepala SMKN 3 Malang, Ivalatul Latifah, S.Pd., M.M., memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif ini. Menurutnya, pelatihan tersebut sangat mendukung visi sekolah sebagai sekolah berwawasan lingkungan dan memperkuat program Adiwiyata yang sedang berjalan.
Selain sebagai edukasi, kegiatan ini merupakan aksi nyata dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada poin kualitas pendidikan, konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab, serta penanganan perubahan iklim. Melalui pelatihan ini, siswa diharapkan mampu menjadi agen perubahan lingkungan di kehidupan sehari-hari.