
Kota Malang – Perum Jasa Tirta I (PJT I) kembali memberangkatkan ratusan pemudik dalam program Mudik Bersama 2026. Sebanyak delapan bus diberangkatkan dari kantor PJT I di Kota Malang pada Selasa 17 Maret 2026 pagi.
Direktur Utama PJT I, Fahmi Hidayat, secara langsung melepas keberangkatan rombongan pemudik tersebut. Selain dari Malang, dua bus lainnya juga diberangkatkan dari Jakarta menuju Kota Malang.
Fahmi Hidayat menjelaskan, tahun ini terjadi peningkatan jumlah peminat program mudik gratis. Untuk itu, PJT I menambah jumlah armada sekaligus memperluas kota tujuan.
“Ini dilakukan semata mata untuk memenuhi kebutuhan yang ada di masyarakat, dimana total yang diberangkatkan hari ini sebanyak 377 orang pemudik dengan 10 jurusan tempat mudik baik dari Jakarta ke Malang, kemudian yang dari Malang ada yang ke Jakarta, ke Bandung, ke Purwokerto, kemudian Banyuwangi, Semarang, Tuban dan yang baru adalah Ponorogo,” jelas Fahmi.
Program yang mengusung tema Mudik Aman Berbagi Harapan ini memastikan seluruh armada bus dalam kondisi layak jalan, baik dari sisi mesin, kenyamanan, maupun keselamatan.
“Jadi kita minta pihak penyedia armada bus itu busnya harus yang bagus baik dari sisi mesinnya, termasuk dari sisi kenyamanan dan keselamatan ini yang utama. Jadi kita tidak ingin ada permasalahan di jalan,” ujarnya.

Selain memastikan kualitas armada, PJT I juga melakukan evaluasi dari pelaksanaan tahun sebelumnya. Salah satu perbaikan yang dilakukan adalah mempercepat waktu keberangkatan agar peserta tidak tiba terlalu malam di kota tujuan.
Program mudik gratis PJT I yang dimulai sejak 2023 ini menjadi salah satu program favorit masyarakat Malang Raya. Salah satu peserta, Kilwa asal Bandung, mengaku kembali mengikuti program ini karena pengalaman positif di tahun sebelumnya.
“Kebetulan tahun kemarin sudah ikut setelah tahu dari sosial media, dan pengalaman mudik bersama PJT I ini menyenangkan, makanya tahun ini saya ikut lagi,” ungkap perempuan yang akrab disapa Ola.
Ia menilai kondisi bus yang nyaman serta sopir yang berkendara dengan aman menjadi alasan utama kembali mengikuti program tersebut.
“Ke Bandung cukup capek, tapi sopir busnya tidak ugal ugalan seperti bus umum saat mudik sehingga kita merasa nyaman selama perjalanan,” katanya.
Peserta lain, Alvin, mahasiswa asal Jakarta, mengaku baru pertama kali mengikuti program ini. Ia mengetahui informasi mudik gratis dari temannya dan merasa sangat terbantu di tengah sulitnya mendapatkan tiket.
“Saya mudik bersama dua teman. Kita juga dapat hoodie bag yang berisi kaus dan lain lain, termasuk makan juga,” ujar Alvin.
Selain transportasi gratis, peserta juga mendapatkan berbagai fasilitas seperti makanan ringan, kaus, dan perlengkapan lainnya sebelum keberangkatan.
Dengan meningkatnya jumlah peserta dan perluasan rute, PJT I berharap program mudik gratis ini dapat terus membantu masyarakat sekaligus memberikan pengalaman perjalanan yang aman dan nyaman.