
Kota Malang – Universitas Brawijaya (UB) kembali mencetak sejarah akademik membanggakan. Pasalnya, kampus biru ini resmi mengukuhkan tiga guru besar lintas fakultas. Oleh karena itu, sidang Senat Akademik Universitas melangsungkan prosesi pengukuhan pada Rabu (10/8/2026). Selanjutnya, ketiga profesor baru tersebut memaparkan inovasi riset mereka secara langsung.
Prof. Bambang Semedi dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan tampil sebagai pembicara pertama. Menurut Bambang, perubahan iklim global telah mengacaukan pola migrasi ikan pelagis. Sebab, pemanasan global memicu fluktuasi suhu dan perubahan arus laut ekstrem. Akibatnya, nelayan kesulitan memprediksi zona penangkapan ikan menggunakan metode kearifan lokal. Sebagai solusi, Bambang memperkenalkan teknologi MARINESCAPE berbekal kecerdasan buatan (machine learning).
Di sisi lain, Prof. Erni Sofia Murtini dari Fakultas Teknologi Agroindustri menyampaikan gagasannya. Bagi Erni, masyarakat Indonesia harus segera mengurangi ketergantungan mengonsumsi beras dan gandum. Menurutnya, diversifikasi pangan lokal mampu mewujudkan program ketahanan pangan nasional berkelanjutan. Contohnya, pemerintah bisa mengoptimalkan komoditas sorgum karena kebal terhadap kondisi lahan kritis.
Selain itu, Erni mendorong pelestarian makanan tradisional melalui pendekatan modern dan kekinian. Tujuannya, pangan tradisional nusantara harus mampu bersaing merebut pasar generasi muda. Lebih lanjut, Prof. Sri Muljaningsih dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis mendapat giliran terakhir. Faktanya, ia menyoroti tingginya harga jual produk organik pada pasar lokal.
Oleh sebab itu, Sri memperkenalkan Model LILY bagi para pelaku usaha mikro. Tentu saja, model konseptual ini mengintegrasikan nilai spiritual, sistem komunitas, dan proses valorisasi. Harapannya, setiap anggota UMKM mendapat kesempatan memberikan nilai tambah terhadap sumber daya alam. Mari kita dukung ekosistem riset Universitas Brawijaya demi mendorong kemajuan teknologi nusantara!