
Kota Malang – Suasana Hotel Grand Mercure Malang Mirama berubah sangat meriah. Tepatnya, panitia menyelenggarakan penganugerahan Festival Anak Berprestasi Indonesia. Sebagai informasi, ajang bergengsi ini memasuki pergelaran edisi kelima belas. Lebih lanjut, sekitar tujuh ribu finalis memadati lokasi acara tersebut. Sebelumnya, mereka mengikuti babak puncak pada kampus Universitas Negeri Malang. Kini, para peserta antusias menunggu hasil penilaian tim dewan juri. Sebab, siswa terbaik berhak membawa pulang sertifikat dan keping medali. Bahkan, panitia menyiapkan hadiah utama liburan menuju negara Singapura.
Menurut Ketua Pelaksana Arif Mustofa, seluruh rangkaian acara berjalan lancar. Faktanya, panitia melangsungkan pergelaran akbar ini selama dua hari penuh. Sebab, animo peserta dari berbagai daerah nusantara membludak sangat memukau. Biasanya, para kontingen luar daerah langsung pulang usai menyelesaikan perlombaan. Namun, kali ini mereka menetap mengikuti penganugerahan hingga tuntas.
Selanjutnya, panitia memilih juara umum pada empat level kategori kompetisi. Tepatnya, finalis harus menjuarai tiga mata pelajaran sekaligus secara sempurna. Oleh karena itu, peraih nilai tertinggi memenangkan tiket liburan Singapura. Selain itu, panitia membagikan satu unit komputer jinjing edisi khusus. Syaratnya, seorang peserta harus mencetak skor sempurna tanpa ada cela. Kemudian, panitia turut mengapresiasi seratus dua puluh peserta peraih peringkat. Yakni, panitia membagikan medali emas, perak, hingga perunggu berkaliber nasional.
Melihat tren positif ini, Tofa merencanakan ekspansi kompetisi tahun depan. Rencananya, panitia siap merangkul lebih banyak provinsi penjuru wilayah nusantara. Tujuannya, mereka ingin memfasilitasi ribuan siswa cerdas luar Pulau Jawa. Mengenai kualitas ujian, Tofa membeberkan tingkat kesulitan soal babak final. Faktanya, panitia mendominasi lembar ujian menggunakan soal bertaraf sangat sulit. Akibatnya, banyak peserta harus memutar otak memecahkan kerumitan soal tersebut.
Akhirnya, Tofa memotivasi seluruh peserta kompetisi agar selalu pantang menyerah. Baginya, peserta kurang beruntung wajib memelihara semangat belajar tingkat tinggi. Sementara itu, para pemenang tidak boleh merawat sifat cepat puas. Tegasnya, seluruh siswa harus terus berlatih mencetak prestasi sangat cemerlang. Mari nantikan pergelaran bergengsi ajang FABI edisi keenam belas mendatang!