
Kota Malang – Kesuksesan warga Arjosari menggelar Festival Semar Tempoe Doeloe (STD) Jilid 3 mengundang decak kagum banyak pihak. Pasalnya, pencapaian luar biasa dalam melestarikan lingkungan ini tidak lepas dari tangan dingin Ir. H. Bambang Irianto. Oleh karena itu, sosok pembina lingkungan tingkat nasional asal Kota Malang ini membeberkan formula sukses pendampingan warga RT 6 RW 2 Kelurahan Arjosari tersebut.
Bambang menegaskan bahwa kunci utama keberhasilan Komunitas Kampung Semar terletak pada penerapan roadmap atau peta jalan yang jelas sejak awal. Sebab, pembangunan sebuah kampung tematik membutuhkan tahapan yang terstruktur demi mencapai target tertentu secara konsisten. Selanjutnya, pria peraih penghargaan Kalpataru ini melatih warga agar bergerak secara swadaya tanpa ketergantungan pada bantuan dana pihak luar.
“Kampung Semar merupakan implementasi nyata dari program RT Berkelas yang sesungguhnya,” tegas Bambang. Pasalnya, transformasi dari level rukun tetangga menjadi kampung produktif ini memberikan dampak ekonomi yang sangat positif bagi warga sendiri. Dengan demikian, masyarakat tidak lagi menjadi penonton, melainkan bertindak sebagai penggerak utama roda ekonomi di wilayahnya.
Singkatnya, Bambang menekankan pentingnya mengubah pola pikir (mindset) masyarakat sebagai langkah awal pembangunan wilayah. Setelah itu, warga harus bergerak setahap demi setahap serta aktif melakukan kolaborasi dan konsultasi dengan berbagai pihak pemangku kepentingan. Mari kita jadikan prototipe Kampung Semar ini sebagai inspirasi bersama untuk mewujudkan lingkungan yang asri, mandiri, dan berdaya saing tinggi!