30
Mei
2026
Sabtu - : WIB

ICCN Luncurkan Indonesia Culture Festival, Jadikan Boon Pring Malang Pusat Ekosistem Kreatif

Aditya Menggala
Aditya Manggala
Mei 26, 2026 pada Kabupaten Malang
ICCN Indonesia Culture Festival

Kabupaten Malang – Indonesia Creative Cities Network (ICCN) resmi meluncurkan Indonesia Culture Festival (ICF). Pasalnya, platform strategis ini memperkuat konektivitas antar kota dan kabupaten kreatif nusantara. Oleh karena itu, ICCN memadukan pemajuan kebudayaan dengan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Selanjutnya, program ini juga menyentuh aspek pendidikan, ekologi, dan pembangunan kawasan lokal.

ICCN merancang ICF lebih dari sekadar perayaan budaya tahunan biasa. Sebab, festival ini berfungsi sebagai ekosistem kolaboratif yang membawa dampak positif berkelanjutan. Ketua Harian ICCN, Vicky Arief Herinadharma, membeberkan visi utama program strategis tersebut. Menurutnya, ICF mampu memperkuat identitas kawasan sekaligus menggerakkan roda ekonomi masyarakat.

Bangun Kolaborasi Lintas Sektor dan Agregasi Kota

Selain itu, platform ini mempertemukan komunitas, pemerintah, dan pelaku usaha lokal. Tentu saja, kalangan akademisi dan warga masyarakat turut berpartisipasi aktif dalam ekosistem ini. Bahkan, Vicky mendorong setiap festival agar menerapkan prinsip kemandirian dan keberlanjutan. Dengan demikian, sistem kolaborasi lintas sektor ini terus hidup tanpa henti.

Di sisi lain, Deputi 2 ICCN, Zandri Aldrin Tuhepaly, turut memberikan penjelasan teknis. Menurut Zandri, ICCN merancang ICF sebagai pusat agregasi jejaring kota kreatif. Mulai dari festival lokal hingga program budaya komunitas masuk ke dalam sistem kolaborasi. Singkatnya, semua elemen mampu merajut koneksi erat tanpa menghilangkan identitas khas daerah.

Boon Pring Jadi Model Museum Hidup Berkelanjutan

Menariknya, ICCN memilih kawasan Boon Pring Andeman sebagai lokasi peluncuran perdana. Sebab, tempat ini merepresentasikan model pengelolaan museum hidup berbasis konservasi lingkungan. Direktur Aktivasi Kebudayaan ICCN, Muhammad Anwar, membenarkan keistimewaan kawasan wisata tersebut. Pasalnya, Boon Pring menyinergikan kekuatan ekologis dan budaya lokal secara harmonis.

Contohnya, warga setempat rutin melestarikan tradisi Metri Bambu hingga saat ini. Oleh sebab itu, budaya lokal membuktikan kesuksesannya sebagai fondasi pembangunan kawasan berkelanjutan. Ke depannya, ICCN membuka peluang luas bagi daerah lain untuk bergabung. Mari kita dukung ekosistem kreatif ini demi memajukan pariwisata nusantara!

Disalin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© 2025 BeritaMalang.com - Dekat, Cepat, Berguna.
MENU