
Kabupaten Malang – Tim pengabdian masyarakat Politeknik Negeri Malang (Polinema) kembali menunjukkan komitmen tingginya. Pasalnya, mereka sukses meningkatkan kualitas hidup masyarakat pedesaan. Oleh karena itu, Desa Wringinsongo di Kecamatan Tumpang menjadi sasaran utama program inklusif ini. Bahkan, tim mendapat dukungan pendanaan internasional langsung dari IEEE Tech4Good 2025.
Ketua tim, Ratna Ika Putri, memimpin tujuh anggota dosen lintas disiplin ilmu. Selanjutnya, tim ahli ini menyelesaikan serangkaian kegiatan strategis secara komprehensif di lapangan. Mulai dari pemasangan lampu penerangan tenaga surya hingga instalasi pompa air terbaru. Tidak hanya itu, mereka juga melatih para warga untuk mengoperasikan sistem pemantauan air.
Sebelumnya, lokasi tandon air di area persawahan sangat gelap karena minim jaringan PLN. Sebab, kondisi ini menyulitkan petugas BUMDES Tirta Jaya Kreasi saat melakukan pengecekan malam hari. Untuk mengatasi hal tersebut, tim Polinema memasang tiga unit lampu surya berkapasitas 150 watt. Dengan demikian, para petugas tidak perlu merasa khawatir lagi saat memeriksa kondisi tandon harian.
Selain itu, tim juga merampungkan pemasangan pompa air submersible berbahan stainless steel. Kemudian, mesin tangguh ini bertugas mendorong sumber mata air menuju tandon baru. Menariknya, instalasi sistem tiga fasa ini turut melibatkan tenaga teknis lokal setempat. Singkatnya, kapasitas distribusi air bersih kini sukses menjangkau hingga 400 kepala keluarga.
Di sisi lain, tim Polinema menyelenggarakan dua sesi pelatihan intensif bagi warga desa. Pertama, 20 pengurus BUMDES belajar mengoperasikan sistem pemantauan air bersih berbasis Internet of Things (IoT). Contohnya, warga bisa membaca data debit air dan mendeteksi anomali aliran melalui dasbor situs web. Tentu saja, warga juga mendapat modul panduan berbahasa Indonesia agar lebih mudah memahaminya.
Kedua, 30 peserta mengikuti pelatihan perawatan panel surya secara berkala. Sebab, perangkat ini berfungsi sebagai sumber energi utama bagi seluruh sistem pemantauan. Menurut Ratna, masyarakat Wringinsongo harus mampu mengelola dan merawat teknologi ini secara mandiri. Oleh sebab itu, warga wajib berdaya agar fasilitas canggih ini terus membawa manfaat jangka panjang.
Melalui kolaborasi ini, Pemerintah Desa Wringinsongo turut memberikan pendanaan bersama dan penyediaan lahan. Ke depannya, Polinema berkomitmen memberikan pendampingan teknis kepada BUMDES selama dua tahun penuh. Mari kita dukung sinergi kampus dan desa demi terwujudnya pemerataan kesejahteraan masyarakat!