
Kota Malang – Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Kota Malang resmi menggelar Musyawarah Kota. Tepatnya, panitia menyelenggarakan agenda penting ini pada Sabtu (18/7/2026) pagi. Sebagai informasi, Wali Kota Malang dan Ketua KORMI Jawa Timur menghadiri acara tersebut. Menurut jadwal, peserta membahas tata tertib hingga memilih ketua periode terbaru. Menariknya, dinamika persidangan memanas memicu ragam interupsi para peserta rapat. Bahkan, perwakilan salah satu Induk Organisasi Olahraga (Inorga) melakukan aksi walkout. Meski demikian, panitia sukses merampungkan acara hingga selesai secara kondusif.
Dalam sambutannya, Ketua KORMI Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko membeberkan pencapaian. Faktanya, organisasi ini berkembang sangat pesat sejak masa awal berdiri. Buktinya, jumlah keanggotaan Inorga Malang hampir menyamai total wilayah Provinsi Jawa Timur. Oleh karena itu, ia mengapresiasi kerja keras seluruh panitia pelaksana kegiatan. Harapannya, forum tertinggi ini mampu melahirkan keputusan terbaik bagi kemajuan organisasi. Selain itu, ia berterima kasih atas dukungan penuh Pemerintah Kota Malang.

Sementara itu, Ketua KORMI Jatim Debi Sisilia Samoa memberikan arahan tegas. Tegasnya, forum ini menjadi momentum krusial bagi penguatan tata kelola organisasi. Sebab, panitia wajib menjalankan seluruh proses pemilihan sesuai prosedur konstitusional. Yakni, mereka harus mematuhi aturan baku AD ART terbaru tahun 2026. Senada dengan hal itu, Wali Kota Malang Wahyu Hidayat turut menyampaikan harapan. Tujuannya, ia ingin pengurus baru terus bersinergi bersama program pemerintah daerah. Pastinya, pemerintah membidik target mewujudkan warga Malang bugar dan bahagia.
Kabar mengejutkannya, Bambang Andjar dari Inorga ILDI membeberkan alasan aksi walkout. Menurutnya, panitia lalai menyosialisasikan aturan AD ART terbaru secara transparan. Akibatnya, para peserta kebingungan menafsirkan dasar hukum pelaksanaan musyawarah tersebut. Bahkan, purnawirawan polisi ini menyoroti polemik teknis pendaftaran bakal calon ketua. Tegasnya, panitia sengaja mempersulit langkah pendaftaran salah satu kandidat penantang potensial. Namun, musyawarah alot ini akhirnya melahirkan sebuah keputusan final menjelang magrib. Akhirnya, mayoritas peserta sepakat memilih Sofyan Edi Jarwoko memimpin KORMI hingga 2031. Mari terus kawal transparansi tata kelola organisasi demi memajukan olahraga masyarakat!